Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

BPIP: Peta Jalan Pendidikan Diperlukan Indonesia Agar Siswa Tak Jadi Kelinci Percobaan

Berganti rezim, berganti menteri, berganti pula kebijakan pendidikan yang diterapkan.

BPIP: Peta Jalan Pendidikan Diperlukan Indonesia Agar Siswa Tak Jadi Kelinci Percobaan
Serambi Indonesia/Hendri
Siswa menyeberangi sungai saat pulang sekolah di Desa Siron, Kecamatan Kuta Cot Glie, Aceh Besar, Aceh, Jumat (5/2/2021). Derasnya sungai harus diarungi anak-anak di desa terpencil tersebut untuk berangkat atau pulang dari sekolah lantaran jembatan yang menghubungkan putus. Serambi Indonesia/Hendri 

Laporan Wartawan Tribunnews Taufik Ismail 

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Antonius Benny Susetyo menyambut baik adanya Peta Jalan Pendidikan Indonesia yang tengah disusun oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). 

Menurutnya, gonta ganti kebijakan pendidikan merupakan hal yang lumrah.

Berganti rezim, berganti menteri, berganti pula kebijakan pendidikan yang diterapkan. Hal tersebut terkadang menimbulkan kesan seolah memposisikan peserta didik sebagai kelinci percobaan bagi suatu kebijakan dan sistem pendidikan.

“Dari semua rencana dan eksekusi yang telah dilakukan oleh Kemendikbud tersebut perlu diperhatikan sosialiasi ke depannya kepada para pemangku kepentingan dan juga masyarakat luas. Selain itu, dalam pembuatan peta jalan pendidikan ini tidak tergesa-gesa,” kata Romo Benny kepada Tribunnews.com, Rabu, (10/2/2021).

Baca juga: Usul ke Kemendikbud, BPIP Harap Pancasila Masuk Kurikulum, Asosiasi Guru PPKN Beri Respons

Menurut Benny Peta Jalan Pendidikan diperlukan sekarang ini. Namun dalam menyusun Peta Jalan tersebut harus mengakomodir masukan dari pemangku kepentingan dan masyarakat luas.

Baca juga: Ketua DPD RI Sarankan Mendikbud Bikin Kurikulum Masa Darurat

Tujuannya agar ke depan tidak ada miskomunikasi atau mispresepsi yang berdampak pada polemik dalam masyarakat sebagai dampak lahirnya Peta Jalan Pendidikan Indonesia.

“Dunia pendidikan menjadi karut-marut, tidak tentu arahnya. Bila elite berpikir sempit dan jangka pendek, pendidikan akan musnah. Memajukan pendidikan adalah sebuah pekerjaan panjang. Kebiasaan berpikir jangka pendek telah membutakan mata hati dan membelokkan arah pendidikan.” ujarnya.

Benny juga berpendapat, permasalahan pendidikan di Indonesia tak sekadar kurikulum, lebih dari itu paradigma pendidikan Indonesia juga perlu diluruskan sesuai dengan amanat Para Pendiri Bangsa, seperti Ki Hajar Dewantara yang merupakan Bapak Pendidikan Indonesia.

“Pendidikan harus mampu memanusiakan manusia, membebaskan dan meniadakan dehumanisasi. Pendidikan menjadi usaha pemanusiaan secara terus-menerus.” pungkasnya.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas