Apa Itu Alat Musik Garantung? Berikut Asal, Bahan dan Cara Memainkannya
Apa Itu Alat Musik Garantung? Garantung adalah alat musik dari Tapanuli, Sumatera Utara, yang dimainkan dengan cara dipukul.
Penulis:
Arif Fajar Nasucha
Editor:
Citra Agusta Putri Anastasia
TRIBUNNEWS.COM - Menurut KBBI, garantung adalah alat musik dari Tapanuli, Sumatera Utara, terbuat dari kayu, berupa bilah yang digantung.
Garantung merupakan alat musik tradisional jenis idiophone yang digunakan dalam kesenian Uning-uningan.
Uning-uningan merupakan kesenian tradisional Batak Toba.
Selain digunakan sebagai sarana pendekatan kepada pujaan hati, konon juga bermanfaat sebagai alat komunikasi antara manusia dengan Sang Pencipta (Mula jadi na Bolon).
Baca juga: Apa Itu Energi Alternatif? Berikut Pengertian dan Jenis Energinya
Baca juga: Apa Itu Simbiosis? Berikut Pengertian, 3 Jenis Simbiosis hingga Contohnya
Dikutip dari laman Badan Pengembangan dan pembinaan Bahasa Kemendikbud, uning-uningan terdiri dari unsur musik (musik instrumental) di mana alat musiknya merupakan alat musik tertua dan asli dari masyarakat Batak Toba.
Tidak hanya garantung, dalam uning-uningan juga menggunakan alat musik jenis lainnya, antara lain jenis aerophone atau alat musik yang ditiup terdiri dari sarune na met-met, sulim, sordam, tulila, tataloat, salung dan along-along.
Jenis chordophone atau alat musik yang dipetik terdiri dari hasapi, tanggetong atau mengmong dan sidideng.
Terakhir jenis idiophone atau alat musik yang dipukul terdiri dari garantung, saga-saga, jenggong dan hesek.
Biasanya, dalam pertunjukan musik tradisional Batak Toba, tidak semua alat musik ini digabung dalam satu ensambel.
Namun, alat musik hanya dipilih beberapa jenis saja, yang biasanya tiga sampai enam jenis alat musik dalam satu ensambel.
Misalnya, sebuah sarune na met-met, seperangkat garantung, dua buah hasapi (hasapi ende dan hasapi doal), sebuah sulim dan sebuah hesek.
Baca juga: Pengertian Interval Harmonis dan Melodis Lengkap dengan Ciri-ciri Bunyi Interval
Bahan alat musik garantung
Dikutip dari buku Tematik Tema 7 Kelas IV SD karya Heny Kusumawati, alat musik garantung terbuat dari kayu.
Pada alat musik ini terdapat tujuh bilah kayu yang digantung di atas sebuah kotak.
Kotak ini berfungsi sebagai tempat penyimpan suara atau resonator.
Dikutip dari laman Warisan Budaya Takbenda Indonesia Kemendikbud, garantung terbuat dari kayu lamuhei atau kayu sitarak dan kayu tambalahut.
Alasan dipilihnya kayu tersebut karena lurus dan mudah dibelah, ringan, suaranya nyaring, dan kayunya kuat.
Cara membuatnya, mula-mula kayu dipilih, kemudian ditebang lalu dipotong sesuai dengan ukuran yang diperlukan.
Selanjutnya kayu dibelah dialis rapi, seterusnya dibuat nada dasar masing-masing kepingan garantung.
Garantung terdiri dari tujuh keping kayu ukurannya tidak sama.
Untuk menentukan tinggi rendahnya nada alat ini, dilihat dari ketebalan dan tipisnya kepingan-kepingan.
Bila kepingannya tebal bunyinya tinggi, bila kepingannya tipis bunyinya rendah.
Baca juga: Apa Itu Karya Kolase, Montase, Aplikasi, Mozaik? Berikut Persamaan dan Perbedaan Serta Cara Membuat
Cara memainkan alat musik garantung
Adapun cara memainkan alat musik garantung yakni dengan cara dipukul.
Dalam istilah Sumatra Utara, cara memukul garantung ini disebut mamalu.
Garantung dipukul dengan alat yang dibuat dari kayu atau bambu.
Dibutuhkan dua buah stik sebagai alat mamalu.
Kedua tangan pemain masing-masing memegang satu stik.
Garantung diletakkan di atas kotak resonator atau di atas tanah yang telah dilubang dan pada pinggir lubang dibuat alasnya dari ijuk dibentuk seperti bantal bulat.
Baca juga: 10 Contoh Tari Daerah Berpasangan, Mulai Tari Piring hingga Tari Golek Menak
Garantung termasuk alat musik tradisional di Indonesia.
Untuk menambah wawasan, berikut daftar alat musik tradisional lainnya, berdasarkan buku Alat Musik Tradisional Nusantara (2015) oleh Akhmalul Khuluq, dilansir Kompas.com:
1. Aceh: Serune Kalee, Rifai atau Rapai, Bangsi Alas, Arbab, Geundrang, Tambo, Taktok Trieng, Berenguh, Canang, dan Celempong
2. Sumatera Utara: Oloan, Ihutan, Panggora, Doal, Hesek, Garantung, Gordang, Taganing, Odap, Sarune Bolon, Sarune Bulu, Sulim, Ole-Ole
3. Sumatera Barat: Saluang, Bansi, Talempong, Rabab, Gandang Tabuik, Tambua, Serunai atau Puput Serunai
4. Riau: Gambus
5. Kepulauan Riau: Gendang Panjang
6. Jambi: Akordeon
7. Sumatera Selatan: Akordeon
8. Bangka Belitung: Gendang Melayu
9. Bengkulu: Dol dan Genderang Perang
10. Lampung: Bende
11. DKI Jakarta: Tehyan dan Tanjidor
12. Jawa Barat: Angklung, Gamelan, Kecapi, dan Calung
13. Banten: Gendang
14. Jawa Tengah: Gamelan dan Siter
15. DI Yogyakarta: Gamelan
16. Jawa Timur: Gamelan dan Terompet Reog
17. Bali: Gengceng, Gamelan, Bumbang
18. Nusa Tenggara Barat: Genggong, Rebana Burdah, Gambus, Mandolin, Preret, Barong Tengkok
19. Nusa Tenggara Timur: Sasando, Suling, Gambus, Heo, Prere, Sowito, Thobo, Mendut, Reba, Kerontang
20. Kalimantan Utara: Babun, Gambang, Rebab
21. Kalimantan Barat: Tuma
22. Kalimantan Tengah: Japen dan Garantung
23. Kalimantan Selatan: Panting
24. Kalimantan Timur: Sampe
25. Sulawesi Utara: Kulintang
26. Sulawesi Barat: Kecapi Mandar, Sattung, Pompang, Poponda
27. Sulawesi Tengah: Ganda
28. Sulawesi Tenggara: Ladolado
29. Sulawesi Selatan: Keso-Keso, Alosu, Lembong, Popondoli
30. Gorontalo: Ganda
31. Maluku: Nafiri
32. Maluku Utara: Fu
33. Papua Barat: Guoto
34. Papua: Tifa
(Tribunnews.com/Fajar)(Kompas.com/Serafica Gischa)