Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Nadiem Ungkap Kecemasan Pihak Sekolah Hadapi Asesmen Nasional

Mendikbudristek Nadiem Makarim mengungkapkan beberapa pihak sekolah di tanah air mengalami kecemasan

Nadiem Ungkap Kecemasan Pihak Sekolah Hadapi Asesmen Nasional
TRIBUN SUMSEL/ABRIANSYAH LIBERTO
Ilustrasi 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mendikbudristek Nadiem Makarim mengungkapkan beberapa pihak sekolah di tanah air mengalami kecemasan dalam menghadapi Asesmen Nasional.

Nadiem mengatakan pihak sekolah merasa takut mendapatkan hasil yang buruk pada Asesmen Nasional.

"Salah satu kecemasan utama adalah sekolahnya. Jadi ini bagaimana ya, kalau mungkin dapat angka yang ada rendah atau laporan kurang positif. Jadi mereka ancang-ancang," ungkap Nadiem saat berdialog khusus dengan Direktur Pemberitaaan Tribun Network, Febby Mahendra Putra dan News Manager Tribun Network Rachmat Hidayat secara virtual, Kamis (9/9/2021).

Baca juga: Mendagri Soroti Asesmen Aparat Bawaslu dan KPU untuk Proses Penegakan Hukum Pemilu

Kecemasan ini diungkapkan para kepala sekolah saat berbincang dengan Nadiem.

Menurut Nadiem, para kepala sekolah maupun guru tidak perlu cemas menghadapi Asesmen Nasional.

Nadiem menekankan bahwa Asesmen Nasional bukan untuk menilai individu, namun untuk melihat kondisi sekolah.

"Jadi kalau saya bicara dengan kepala sekolah. Biasanya mereka langsung tenang. Jadi tahun ini kalau segini hasil laporannya, ada enggak perbaikan tahun depan. Itu yang ingin kita lihat ada perbaikan yang terjadi. Jadi sampling," ucap Nadiem.

Baca juga: Siswa Peserta Asesmen Nasional Bakal Dipilih Langsung oleh Kemendikbudristek

Penilaian dalam Asesmen Nasional, menurut Nadiem, tidak akan berdampak sama sekali kepada individu.

Asesmen Nasional ini, kata Nadiem, juga untuk mengetahui sekolah yang terdampak pandemi Covid-19. Sekolah-sekolah yang membutuhkan bantuan dapat terpetakan melalui Asesmen Nasional.

"Kalau kita tidak melakukan AN tahun ini. kita tidak akan mengetahui mana sekolah-sekolah yang butuh bantuan terbaik yang terdampak pandemi selama PJJ ini. Kita baru saja bicara PJJ, tapi kita tidak punya data yang holistik untuk mengukur mana sekolah yang paling ketinggalan," kata Nadiem.

"Jadi mungkin ada sekolah yang butuh ini, mungkin ada sekolah yang butuh guru dengan kompetensi yang berbeda, mungkin bisa kita kirim pelatih atau bisa kita berikan afirmasi. Malah kita mau membantu," tambah Nadiem.

Asesmen Nasional mencakup tiga komponen besar, yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) Literasi dan Numerasi, Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar.

Hasil akhir Asesmen Nasional murni bertujuan untuk perbaikan mutu pembelajaran dan tidak akan memberikan konsekuensi terhadap individu pesertanya.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas