Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
Live
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
VS
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
VS
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
VS
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Pengertian Teks Eksplanasi, Beserta Ciri-ciri, Struktur dan Kaidah Kebahasaannya

Berikut ini pengertian teks eksplanasi, beserta ciri-ciri, struktur dan kaidah kebahasaannya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Pengertian Teks Eksplanasi, Beserta Ciri-ciri, Struktur dan Kaidah Kebahasaannya
understood.org
Ilustrasi - Seseorang sedang menulis. Simak pengertian teks eksplanasi, ciri-ciri hingga kaidah kebahasaan. 
Memuat video…

TRIBUNNEWS.COM - Simak pengertian teks eksplanasi, beserta ciri-ciri, struktur dan kaidah kebahasaannya.

Teks eksplanasi berisi gambaran suatu proses atau peristiwa.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), eksplanasi berarti penjelasan atau paparan.

Dikutip dari Buku Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas VIII, teks eksplanasi adalah teks yang menjelaskan hubungan peristiwa atau proses terjadinya sesuatu.

Selain proses perkembangan suatu tempat, teks eksplanasi juga menjelaskan proses terjadinya fenomena alam, sosial, atau budaya.

Bisa juga menjelaskan proses yang berkenaan dengan tubuh manusia.

Baca juga: Teks Berita: Pengertian, Unsur-unsur, Struktur dan Kaidah Kebahasaannya

Baca juga: Pengertian Teks Eksposisi: Contoh Teks, Ciri-ciri, Jenis, Struktur dan Unsur

Ciri-ciri Teks Eksplanasi

Rekomendasi Untuk Anda

- Terdiri dari beberapa paragraf.

- Setiap paragraf mengusung sebuah topik.

- Kalimat yang mengisi setiap paragraf berupa fakta.

- Fakta dirangkaikan dengan pola kronologis (urutan waktu) ataupun secara kausalitas (sebab akibat).

Isi Teks Eksplanasi

Berdasarkan isinya, tampak bahwa teks eksplanasi menjelaskan suatu proses atau berupa rangkaian suatu fenomena ataupun kejadian, baik itu yang berkaitan dengan alam, sosial, ataupun budaya.

Dalam pemaparannya, teks tersebut mungkin merupakan jawaban dari pertanyaan mengapa atau bagaimana.

Teks eksplanasi sebagai jawaban atas pertanyaan 'mengapa', uraiannya akan bersifat kausalitas.

Sementara teks eksplanasi sebagai jawaban atas pertanyaan 'bagaimana', uraiannya akan bersifat kronologis.

Struktur Teks Eksplanasi

Teks eksplanasi dibentuk oleh bagian-bagian tertentu.

1. Identifikasi Fenomena

2. Rangkaian Kejadian

Rangkaian kejadian dapat disusun dengan pola:

a. Kausalitas

b. Kronologis

3. Ulasan

Kaidah Kebahasaan Teks Eksplanasi

1. Menggunakan konjungsi kausalitas, antara lain, sebab, karena, sehingga.

2. Menggunakan konjungsi kronologis (hubungan waktu), seperti kemudian, lalu, setelah itu.

3. Menggunakan kata benda jenis fenomena.

Kata ganti yang dimaksud, misalnya, gerhana, banjir, proses.

4. Di dalam teks itu sering dijumpai kata teknis di antaranya, ekosistem, fotosintesis, ekologi.

Baca juga: Apa itu Dasar Negara? Inilah Pengertiannya, Lengkap dengan Fungsi dan Macam-macamnya

Baca juga: Pengertian Ilmu Ekonomi, Lengkap dengan Prinsip dan Contoh Kegiatan Distribusi, Konsumsi & Produksi

Contoh Teks Eksplanasi

Awal pemerintahan Kabupaten Bandung dimulai sejak Piagam Sultan Agung Mataram pada tanggal 20 April 1641. Tanggal tersebut kemudian ditetapkan sebagai hari jadi Kabupaten Bandung.

Sebelum mencapai bentuk pemerintahan sekarang, Kabupaten Bandung mengalami perkembangan kekuasaan dari zaman ke zaman. Pada masa Kerajaan Pajajaran berkuasa, sekitar akhir abad ke-15 dan awal abad ke-16, di tatar Periangan belum ada bentuk kabupaten, hanya terdiri atas beberapa keprabuan. Istilah keprabuan diambil dari kata prabu yang berarti ‘leluhur’ atau ‘raja muda’

Pada tahun 1575 yang berkuasa di daerah Pajajaran adalah pemerintahan Islam. Dilanjutkan pemerintahan Mataram (1621–1677) dan pemerintahan Belanda. Saat Mataram berkuasa itulah, nama keprabuan diubah menjadi kabupaten.

Berdasarkan piagam itu, Sultan Agung diangkat Tumenggung Wiraangunangun sebagai Bupati Bandung. Ketika itu, pemerintahan Kabupaten Bandung berpusat di daerah Krapyak atau Bojongasih. Tepatnya di tepi Sungai Cikapundung, dekat muaranya yaitu Sungai Citarum. Nama Krapyak kemudian berganti menjadi Citeureup. Nama itu hingga kini tetap abadi menjadi salah satu nama desa di Dayeuhkolot.

Pada masa Bupati Wiranatakusumah II (1794-1829) Ibu Kota Kabupaten Bandung dipindahkan dari Krapyak (Dayeuhkolot) ke pinggir Sungai Cikapundung atau Alun-alun Bandung sekarang. Pemindahan tersebut berdasarkan perintah Gubernur Jenderal Hindia Belanda,”Deandels”. Peristiwa itu terjadi pada 25 Mei 1810. Alasan pemindahan tersebut akan memberikan prospek baik terhadap perkembangan wilayah itu. Pada saat itu Deandels yang mendapat julukan "Mas Galak" tengah membuat jalan dari Anyer ke Panarukan. Kebetulan jalur tersebut melewati tatar Priangan atau Kota Bandung pada saat sekarang ini. 

Sumber: Buku Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas VIII oleh E. Kosasih.

(Tribunnews.com/Yurika)

Berita Materi Sekolah lainnya

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas