Rumus Prisma: Cara Hitung Luas Permukaan dan Volume, Lengkap dengan Karakteristiknya
Berikut rumus Prisma, cara menghitung luas permukaan dan volume, Prisma Segitiga, Prisma Segiempat, Prisma Segilima, dan Prisma Segienam.
Penulis:
Muhammad Alvian Fakka
Editor:
Tiara Shelavie
TRIBUNNEWS.COM - Berikut rumus Prisma, cara menghitung luas permukaan dan volume.
Prisma merupakan salah satu bangun ruang yang memiliki karakteristik tertentu.
Adapun bangun ruang selain prisma yakni, seperti kubus, kerucut, bola, limas dan tabung.
Semua bangun ruang tersebut tentu memiliki luas permukaan dan volume, termasuk prisma.
Luas dari alas prisma disebut luas alas dan luas seluruh permukaan selimut disebut luas selimut.
Sedangkan untuk menghitung volume prisma, tentu memiliki rumus yang berbeda tergantung bentuk tutup dan alasnya.
Baca juga: Hukum Newton I, II, dan III: Bunyi, Rumus, dan Contoh Penerapannya dalam Kehidupan Sehari-Hari
Berikut rumus prisma untuk menghitung luas permukaan dan volume, mengutip dari buku matematika kelas 7 kurikulum merdeka.
1. Rumus Prisma Segitiga
Luas permukaan: Luas alas x Tinggi
Atau = (½ a x t alas) x tinggi prisma
Atau bisa dengan = 2 x luas alas + 3x luas bidang samping.
Volume Prisma Segitiga: (alas x tinggi) : 2) x tinggi prisma
Atau V = (1/2 x a x t) x tinggi prisma.
2. Rumus Prisma Segiempat
Luas permukaan:2 ((p x l) + (p x t) + (l x t))
Atau L = 6 x s x s.
Volume Prisma Segiempat: p x l x t atau V = s x s x s.
3. Rumus Prisma Segilima
Luas permukaan: L = 2 x luas alas + (keliling alas x tinggi prisma).
Volume Prisma Segilima: ½ (5 x a x t) x tinggi prisma.
4. Rumus Prisma Segienam
Luas permukaan: 2 x luas alas + luas selimut.
Volume Prisma Segienam: luas alas x tinggi prisma.
Baca juga: 8 Rumus Cara Hitung Luas Permukaan dan Volume Bangun Ruang: Kubus, Prisma, Kerucut hingga Bola
Adapun ciri-ciri dari bangun ruang prisma sebagai berikut:
Karakteristik Bangun Ruang Prisma
1. Bentuk alas dan atap prisma kongruen
2. Sisi: yakni sekat yang membatasi bagian dalam dan bagian luar dari bangun ruang tersebut.
Jumlah sisi prisma segitiga adalah n+2= 3+2 = 5 sisi.
3. Rusuk: yakni pertemuan antara dua buah sisi atau perpotongan dua bidang sisi dari bangun ruang tersebut.
4. Titik sudut: yakni perpotongan tiga bidang sisi atau perpotongan tiga atau lebih rusuk dari bangun ruang tersebut.
5. Diagonal sisi: yakni garis yang menghubungkan antara 2 buah titik yang berurutan letaknya.
Biasanya terletak pada sebuah sisi.
Disebut juga dengan diagonal bidang.
6. Diagonal ruang: yakni garis yang menghubungkan 2 buah titik sudut yang tidak berurutan letaknya.
(Tribunnews.com/Muhammad Alvian Fakka)