Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kemendikbudristek Minta Industri Game Bantu Perkaya Kurikulum di Vokasi

Kiki Yuliati, menilai pertumbuhan industri game atau gim di Indonesia harus didorong melalui pendidikan vokasi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Kemendikbudristek Minta Industri Game Bantu Perkaya Kurikulum di Vokasi
ist
Ilustrasi Industri Game 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek, Kiki Yuliati, menilai pertumbuhan industri game atau gim di Indonesia harus didorong melalui pendidikan vokasi.

Kiki mengatakan industri gim harus mampu membantu mengisi kurikulum di sekolah vokasi.

“Dari duduk 10 menit semeja saja, saya ketemu banyak istilah baru di industri gim. Inspirasi tentang ekosistem industri gim ini harus memperkaya kurikulum,” kata Kiki dalam peresmian perjanjian kerja sama di Kantor Kemendikbudristek, Jakarta, Senin (3/6/2024).

Baca juga: Kemendikbudristek: Pendidikan Vokasi dan Industri Retail Saling Membutuhkan Kolaborasi

Menurut Kiki, kehadiran industri gim di sekolah sangat penting guna mengenalkan lebih jauh industri tersebut kepada masyarakat sekolah, mulai dari kepala sekolah hingga siswa.

Dirinya mengakui dalam masyarakat, ekosistem gim masih belum familiar dan dianggap hanya menyoal pada aktivitas bermain-main.

“Kita sedang berdiri untuk memampukan anak muda menghadapi masa depan apapun yang depan mereka hadapi. Tugas kami, memfasilitasi pengembangan berbagai ekosistem apapun, termasuk ekosistem industri game,” katanya.

Rekomendasi Untuk Anda

Kiki juga menyebut, penyiapan sumber daya manusia (SDM) menjadi bentuk komitmen agar Indonesia tak lagi hanya menjadi pengguna dari gim, namun juga harus sudah bergerak untuk menjadi pengembang.

Tugas sektor pendidikan vokasi, adalah mendidik generasi muda agar mampu berkontribusi positif dalam bekerja dan berkarir di industri gim ini.

Kiki pun meminta sekolah vokasi untuk tidak hanya memastikan kesiapan pembelajaran, namun juga menyiapkan kompetensi guru.

Baca juga: Ini Cara Menperin Agus Gumiwang Dorong Kualitas dan Kuantitas Pendidikan Vokasi Industri

“Kesiapan juga bukan hanya sekolahnya saja, tapi gurunya juga. Karena tingkat minat siswa di industri gim ini cukup baik,” pungkas Kiki.

Ditjen Pendidikan Vokasi mendukung kolaborasi lewat Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara PT Gamecomm Indonesia Network dengan 50 SMK.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas