Apa Itu Frasa? Ini Pengertian, Ciri-Ciri, dan Jenisnya
Frasa merupakan materi untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 12 SMA. Berikut pembahasan terkait pengertian frasa, ciri-ciri, dan jenisnya.
Penulis:
Lanny Latifah
Editor:
Sri Juliati
TRIBUNNEWS.COM - Berikut penjelasan soal pengertian frasa, ciri-ciri, dan jenisnya.
Dalam artikel ini akan membahas terkait materi frasa untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 12 SMA.
Untuk itu, artikel ini diharapkan dapat membantu pelajar SMA kelas 12 untuk memahami dan mempelajari materi frasa, serta dapat membedakan jenis-jenis frasa.
Selengkapnya, inilah penjelasan soal pengertian frasa, ciri-ciri, dan jenisnya sebagai materi Bahasa Indonesia kelas 12 SMA.
Pengertian Frasa
Frasa adalah gabungan dua kata atau lebih yang hanya menduduki satu fungsi dalam kalimat (bisa menjadi subjek, predikat, objek, atau keterangan/pelengkap).
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), frasa adalah gabungan dua kata atau lebih yang bersifat nonpredikatif.
Contoh Frasa:
- Bunga mawar
- Sangat mewah
- Tidak akan pergi
Ada dua kata yaitu bunga dan mawar, keduanya tidak bisa dipisah.
Bunga mawar menduduki suatu fungsi dalam kalimat. Bunga mawar ini merupakan satu bagian.
Begitu juga dengan sangat mewah dan tidak akan pergi.
Kalau tidak akan pergi berarti menduduki fungsi predikat.
Kemudian, bedakan dengan bagian yang bukan frasa.
Contoh Bukan Frasa:
- Kami belajar
- Kak Didi bernyanyi
- Adik menangis
Sama-sama ada dua kata kami dan belajar, tetapi kami belajar itu bukan frasa karena menduduki dua fungsi dalam kalimat.
Kata kami di sini sebagai subjek, kemudian belajar sebagai predikat.
Begitu juga dengan Kak Didi bernyanyi, Kak Didi ini sebagai subjek, bernyanyi sebagai predikat.
Lalu, adik menangis, kata adik juga menduduki sebagai subjek dan menangis sebagai predikat.
Ciri-Ciri Frasa & Perbedaannya dengan Kata/Kalimat
- Frasa harus terdiri minimal dua kata atau lebih.
- Frasa bersifat nonpredikatif.
- Frasa selalu menduduki satu fungsi kalimat (bisa menjadi subjek, predikat, objek, atau keterangan/pelengkap).
- Menduduki atau mempunyai fungsi gramatikal dalam kalimat.
- Frasa harus mempunyai satu makna gramatikal.
Jenis Frasa Berdasarkan Jenis Kata
Berdasarkan jenis katanya, frasa terbagi menjadi lima, yakni
1. Frasa Nominal
Frasa nominal adalah frasa yang intinya berupa nomina atau kata benda.
Inti dari frasa nominal adalah kata benda, sedangkan kata lain yang mendampingi merupakan penjelas dari kata benda tersebut.
Contohnya:
- Saya membeli baju baru
Kata baju jenis katanya adalah nomina atau kata benda, sedangkan baru merupakan penjelas yang artinya baju tersebut baru.
Kata baju tidak dapat dihilangkan, sebab merupakan inti dari kalimat tersebut.
- Tia memakai jilbab putih
Kata jilbab merupakan jenis kata nomina atau kata benda, sedangkan putih merupakan penjelas yang artinya jilbab itu berwarna putih.
2. Frasa Verbal
Frasa verbal adalah frasa yang intinya berupa kata kerja atau verba.
Contohnya:
- Dina belum tidur
Yang menjadi inti adalah kata tidur karena termasuk verba.
3. Frasa Adjektival
Frasa adjektival adalah suatu frasa yang mempunyai inti berupa kata sifat.
Contohya:
- Deni sangat pandai
Sangat pandai merupakan frasa adjektival karena intinya berupa kata sifat.
4. Frasa Adverbial
Frasa adverbial yaitu frasa yang terdiri atas adverbia atau kata keterangan.
Contohnya:
- Tia jarang sekali berlari
Jarang sekali adalah frasa adverbial karena terdiri atas kata keterangan.
5. Frasa Preposisional
Frasa yang didahului preposisi atau yang didahului kata benda disebut dengan frasa preposisional.
Contohnya:
- Makanan di atas meja
Frasa di atas merupakan frasa preposisional yang menunjukkan tempat.
Jenis Frasa Berdasarkan Struktur Intinya
Berdasarkan struktur intinya, frasa terbagi menjadi dua jenis, yakni
1. Frasa Endosentris
Frasa endosentris adalah frasa yang memiliki unsur inti.
Unsur yang menjadi bagian inti biasanya dapat menggantikan atau mewakili konstruksi yang ada.
Jadi yang terpenting itu bagian intinya sedangkan yang lainnya boleh hilang atau boleh tidak ada.
Misalnya frasa Anak kecil itu.
Kata anak merupakan bagian inti dan dapat mewakili seluruh konstruksi anak kecil itu.
Kalau kata anak dihilangkan jadi tidak bermakna, tetapi jika kata kecil itu dihilangkan makna frasa ini tetap ada.
Hal tersebut terlihat dalam contoh kalimat berikut:
- Anak kecil itu menangis
- Anak menangis
Frasa endosentris dibagi menjadi dua jenis frasa.
a. Frasa endosentris atributif atau subordinatif
Frasa endosentris atributif (subordinatif) yaitu frasa yang di dalamnya terdapat unsur inti (diterangkan) dan pendamping atau atribut inti (menerangkan).
Contohnya:
- Anak kecil
Yang menjadi inti anak, berarti anak adalah D atau diterangkan sedangkan kecil merupakan pendamping atau atribut berarti M atau menerangkan.
- Rumah mewah
Yang menjadi inti rumah adalah D atau diterangkan sedangkan mewah adalah M atau menerangkan.
b. Frasa endosentris koordinatif
Frasa endosentris koordinatif adalah frasa yang seluruh unsurnya merupakan inti dan memiliki kedudukan yang sama atau setara.
Unsur-unsur dalam frasa ini dapat digabungkan dengan kata hubung 'dan' atau 'atau'.
Contohnya:
- Ibu Bapak
Dua-duanya adalah kata inti.
Cara pembuktiannya adalah ibu bapak ini bisa kita gabungkan menggunakan kata hubung 'dan'.
2. Frasa Eksosentris
Frasa eksosentris merupakan frasa yang tidak memiliki unsur inti.
Setiap unsur dalam frasa ini biasanya tidak dapat menggantikan konstruksi frasa tersebut.
Misalnya frasa dengan saksama dalam kalimat : Setiap soal harus dikerjakan dengan saksama.
Bentuk ini tidak dapat disederhanakan menjadi:
- Setiap soal harus dikerjakan dengan
- Setiap soal harus dikerjakan saksama
Untuk itu, kata dengan saksama tidak memiliki unsur inti dan tidak bisa saling menggantikan, harus dipakai dua-duanya.
Selain pengertian frasa, ciri-ciri, dan jenisnya, masih banyak bahasan tentang materi Bahasa Indonesia kelas 12 SMA yang dapat dipelajari.
Jika ingin belajar mengenai materi lainnya, Anda dapat belajar di mana saja dan kapan saja melalui aplikasi Skolla.
Dalam aplikasi Skolla pembaca dapat melihat ribuan konten pelajaran Fisika, Matematika, Biologi, Kimia, hingga Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris hanya dengan sekali berlangganan saja!
Segera berlangganan aplikasi belajar di aplikasi Skolla sekarang juga, untuk mengakses materi pembelajaran lainnya.
(Tribunnews.com/Latifah)
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.