Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Apa Itu Frasa? Ini Pengertian, Ciri-Ciri, dan Jenisnya

Frasa merupakan materi untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 12 SMA. Berikut pembahasan terkait pengertian frasa, ciri-ciri, dan jenisnya.

Tayang:
Diperbarui:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Lanny Latifah
Editor: Sri Juliati
zoom-in Apa Itu Frasa? Ini Pengertian, Ciri-Ciri, dan Jenisnya
freepik.com/jannoon028
Ilustrasi mneulis kalimat - Frasa merupakan materi untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 12 SMA, berikut pembahasan terkait pengertian frasa, ciri-ciri, dan jenisnya. 

TRIBUNNEWS.COM - Berikut penjelasan soal pengertian frasa, ciri-ciri, dan jenisnya. 

Dalam artikel ini akan membahas terkait materi frasa untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 12 SMA.

Untuk itu, artikel ini diharapkan dapat membantu pelajar SMA kelas 12 untuk memahami dan mempelajari materi frasa, serta dapat membedakan jenis-jenis frasa.

Selengkapnya, inilah penjelasan soal pengertian frasa, ciri-ciri, dan jenisnya sebagai materi Bahasa Indonesia kelas 12 SMA.

Pengertian Frasa

Frasa adalah gabungan dua kata atau lebih yang hanya menduduki satu fungsi dalam kalimat (bisa menjadi subjek, predikat, objek, atau keterangan/pelengkap).

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), frasa adalah gabungan dua kata atau lebih yang bersifat nonpredikatif.

Contoh Frasa:

  • Bunga mawar
  • Sangat mewah
  • Tidak akan pergi
Rekomendasi Untuk Anda

Ada dua kata yaitu bunga dan mawar, keduanya tidak bisa dipisah.

Bunga mawar menduduki suatu fungsi dalam kalimat. Bunga mawar ini merupakan satu bagian.

Begitu juga dengan sangat mewah dan tidak akan pergi.

Kalau tidak akan pergi berarti menduduki fungsi predikat.

Kemudian, bedakan dengan bagian yang bukan frasa.

Contoh Bukan Frasa:

  • Kami belajar
  • Kak Didi bernyanyi
  • Adik menangis

Sama-sama ada dua kata kami dan belajar, tetapi kami belajar itu bukan frasa karena menduduki dua fungsi dalam kalimat.

Kata kami di sini sebagai subjek, kemudian belajar sebagai predikat.

Begitu juga dengan Kak Didi bernyanyi, Kak Didi ini sebagai subjek, bernyanyi sebagai predikat.

Lalu, adik menangis, kata adik juga menduduki sebagai subjek dan menangis sebagai predikat.

Ciri-Ciri Frasa & Perbedaannya dengan Kata/Kalimat

  • Frasa harus terdiri minimal dua kata atau lebih.
  • Frasa bersifat nonpredikatif.
  • Frasa selalu menduduki satu fungsi kalimat (bisa menjadi subjek, predikat, objek, atau keterangan/pelengkap).
  • Menduduki atau mempunyai fungsi gramatikal dalam kalimat.
  • Frasa harus mempunyai satu makna gramatikal.
Ilustrasi
Ilustrasi menulis kalimat (freepik.com/jannoon028)

Jenis Frasa Berdasarkan Jenis Kata

Berdasarkan jenis katanya, frasa terbagi menjadi lima, yakni

1. Frasa Nominal

Frasa nominal adalah frasa yang intinya berupa nomina atau kata benda. 

Inti dari frasa nominal adalah kata benda, sedangkan kata lain yang mendampingi merupakan penjelas dari kata benda tersebut.

Contohnya:

  • Saya membeli baju baru

Kata baju jenis katanya adalah nomina atau kata benda, sedangkan baru merupakan penjelas yang artinya baju tersebut baru.

Kata baju tidak dapat dihilangkan, sebab merupakan inti dari kalimat tersebut.

  • Tia memakai jilbab putih

Kata jilbab merupakan jenis kata nomina atau kata benda, sedangkan putih merupakan penjelas yang artinya jilbab itu berwarna putih.

2. Frasa Verbal 

Frasa verbal adalah frasa yang intinya berupa kata kerja atau verba.

Contohnya:

  • Dina belum tidur

Yang menjadi inti adalah kata tidur karena termasuk verba.

3. Frasa Adjektival

Frasa adjektival adalah suatu frasa yang mempunyai inti berupa kata sifat.

Contohya: 

  • Deni sangat pandai

Sangat pandai merupakan frasa adjektival karena intinya berupa kata sifat.

4. Frasa Adverbial

Frasa adverbial yaitu frasa yang terdiri atas adverbia atau kata keterangan.

Contohnya:

  • Tia jarang sekali berlari

Jarang sekali adalah frasa adverbial karena terdiri atas kata keterangan.

5. Frasa Preposisional

Frasa yang didahului preposisi atau yang didahului kata benda disebut dengan frasa preposisional.

Contohnya:

  • Makanan di atas meja

Frasa di atas merupakan frasa preposisional yang menunjukkan tempat.

Ilustrasi belajar.
Ilustrasi belajar. (Pexels.com/RF._.studio)

Jenis Frasa Berdasarkan Struktur Intinya

Berdasarkan struktur intinya, frasa terbagi menjadi dua jenis, yakni

1. Frasa Endosentris

Frasa endosentris adalah frasa yang memiliki unsur inti.

Unsur yang menjadi bagian inti biasanya dapat menggantikan atau mewakili konstruksi yang ada.

Jadi yang terpenting itu bagian intinya sedangkan yang lainnya boleh hilang atau boleh tidak ada.

Misalnya frasa Anak kecil itu.

Kata anak merupakan bagian inti dan dapat mewakili seluruh konstruksi anak kecil itu.

Kalau kata anak dihilangkan jadi tidak bermakna, tetapi jika kata kecil itu dihilangkan makna frasa ini tetap ada.

Hal tersebut terlihat dalam contoh kalimat berikut:

  • Anak kecil itu menangis
  • Anak menangis

Frasa endosentris dibagi menjadi dua jenis frasa.

a. Frasa endosentris atributif atau subordinatif

Frasa endosentris atributif (subordinatif) yaitu frasa yang di dalamnya terdapat unsur inti (diterangkan) dan pendamping atau atribut inti (menerangkan).

Contohnya:

  • Anak kecil

Yang menjadi inti anak, berarti anak adalah D atau diterangkan sedangkan kecil merupakan pendamping atau atribut berarti M atau menerangkan.

  • Rumah mewah

Yang menjadi inti rumah adalah D atau diterangkan sedangkan mewah adalah M atau menerangkan.

b. Frasa endosentris koordinatif

Frasa endosentris koordinatif adalah frasa yang seluruh unsurnya merupakan inti dan memiliki kedudukan yang sama atau setara.

Unsur-unsur dalam frasa ini dapat digabungkan dengan kata hubung 'dan' atau 'atau'.

Contohnya:

  • Ibu Bapak

Dua-duanya adalah kata inti.

Cara pembuktiannya adalah ibu bapak ini bisa kita gabungkan menggunakan kata hubung 'dan'.

2. Frasa Eksosentris

Frasa eksosentris merupakan frasa yang tidak memiliki unsur inti.

Setiap unsur dalam frasa ini biasanya tidak dapat menggantikan konstruksi frasa tersebut.

Misalnya frasa dengan saksama dalam kalimat : Setiap soal harus dikerjakan dengan saksama.

Bentuk ini tidak dapat disederhanakan menjadi:

  • Setiap soal harus dikerjakan dengan
  • Setiap soal harus dikerjakan saksama

Untuk itu, kata dengan saksama tidak memiliki unsur inti dan tidak bisa saling menggantikan, harus dipakai dua-duanya.

Selain pengertian frasa, ciri-ciri, dan jenisnya, masih banyak bahasan tentang materi Bahasa Indonesia kelas 12 SMA yang dapat dipelajari.

Jika ingin belajar mengenai materi lainnya, Anda dapat belajar di mana saja dan kapan saja melalui aplikasi Skolla.

Dalam aplikasi Skolla pembaca dapat melihat ribuan konten pelajaran Fisika, Matematika, Biologi, Kimia, hingga Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris hanya dengan sekali berlangganan saja!

Segera berlangganan aplikasi belajar di aplikasi Skolla sekarang juga, untuk mengakses materi pembelajaran lainnya.

(Tribunnews.com/Latifah)

Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas