Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Dihadiri Sejumlah Tokoh, Kemenag Gelar Uji Publik Kurikulum Berbasis Cinta

Kegiatan ini merupakan bagian dari proses pengembangan kurikulum yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di madrasah dengan pendekatan

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Fahdi Fahlevi
zoom-in Dihadiri Sejumlah Tokoh, Kemenag Gelar Uji Publik Kurikulum Berbasis Cinta
Tribunnews.com/Handout
KURIKULUM CINTA - Kementerian Agama menggelar uji publik Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di madrasah, yang digelar di salah satu hotel di Jakarta, Selasa (15/4/2025). Uji publik ini dihadiri sejumlah tokoh nasional.  

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Agama Republik Indonesia menggelar uji publik Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di Madrasah, yang berlangsung di salah satu hotel di Jakarta, Selasa (15/4/2025). 

Kegiatan ini merupakan bagian dari proses pengembangan kurikulum yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di madrasah dengan pendekatan berbasis cinta. 

“Kurikumum Berbasis Cinta ini bertujuan mengembalikan pendidikan agama kepada esensinya, yakni menumbuhkan cinta dalam diri setiap individu. Kita ingin anak-anak didik kita tumbuh dengan rasa cinta yang tulus terhadap bangsa, lingkungan, diri mereka sendiri, dan sesama,” ujar Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Suyitno, melalui keterangan tertulis, Rabu (16/4/2025).

Suyitno juga menekankan pentingnya menjauhkan kebencian dalam pendidikan dan menegaskan bahwa rasa cinta akan menciptakan kehidupan yang lebih harmonis. 

"Orang yang cinta tidak akan mudah menyalahkan orang lain. Jika kita mencintai bangsa dan lingkungan kita, kita tidak akan mudah mengeluh atau menyalahkan pihak lain. Cinta ini harus ditumbuhkan dalam setiap aspek kehidupan kita,” katanya.

Baca juga: Jadwal Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Polteknaker 2025, Simak Cara Daftarnya

Sementara itu, Nyayu, Direktur KSKK Madrasah, menyampaikan bahwa kegiatan uji publik ini merupakan bagian dari proses panjang yang dimulai sejak Januari 2025. 

Sebelumnya, uji publik telah dilakukan secara bertahap di berbagai lokasi dengan melibatkan peserta dari kalangan guru, pengawas, kepala madrasah, serta berbagai ormas dan pihak terkait lainnya.

Rekomendasi Untuk Anda

“Uji publik ini bertujuan untuk memperoleh masukan dari berbagai pihak agar kurikulum yang dikembangkan tidak hanya relevan, tetapi juga dapat diimplementasikan dengan baik," kata Nyayu. 

"KBC ini bukanlah kurikulum baru, melainkan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan yang ada dengan menambahkan nilai-nilai cinta dalam setiap unsur pembelajaran,” tambah Nyayu.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional seperti Prof. Yudi Latif, Prof. Fasli Jalal, Prof. Moh. Nuh, Alissa Wahid, serta narasumber internasional, termasuk Profesor Eva, seorang guru besar dari ANU Canberra, Australia.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas