Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Alumni Fateta IPB Tegaskan Peran Strategis dalam Ketahanan Pangan

Fateta adalah tulang punggung sistem pertanian modern. Mengubahnya menjadi sekolah teknik justru mempersempit perannya yang strategis

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Alumni Fateta IPB Tegaskan Peran Strategis dalam Ketahanan Pangan
HO/istimewa 
PEMBANGUNAN SEKTOR PERTANIAN - Himpunan Alumni Fakultas Teknologi Pertanian IPB University (Fateta IPB), menyatakan bahwa Fateta menjawab tantangan pembangunan sektor pertanian sebagaimana tertuang dalam visi Asta Cita Presiden terpilih Prabowo Subianto. Hal itu disampaikan Ketua Umum Himpunan Alumni Fateta IPB (HAF), Luhur Budijarso. 

Fateta IPB Tegaskan Peran Strategis dalam Wujudkan Visi Pertanian Asta Cita Prabowo

Chaerul Umam/Tribunnews.com

TRIBUNNEWS.COM - Himpunan Alumni Fakultas Teknologi Pertanian IPB (Fateta IPB) menegaskan bahwa Fateta berperan penting dalam menjawab tantangan pembangunan sektor pertanian sebagaimana tertuang dalam visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Ketua Umum Himpunan Alumni Fateta IPB (HAF), Luhur Budijarso, menyatakan bahwa Fateta bersama para alumninya berada di garda terdepan dalam mengintegrasikan riset, inovasi teknologi, dan kebutuhan lapangan.

Ia juga menegaskan pentingnya mempertahankan jati diri Fateta sebagai institusi strategis, bukan diubah menjadi sekolah teknik.

“Kita menghadapi tantangan besar, dan Presiden Prabowo menempatkan pertanian sebagai sektor utama. Ini tak bisa diselesaikan sendiri—kolaborasi antara pemerintah, akademisi, alumni, dan industri sangat penting,” ujar Luhur dalam diskusi akademik di IPB Convention Centre, Senin (10/6/2025).

Presiden International Union of Food Science and Technology, Aman Wirakartakusumah, turut menegaskan peran krusial Fateta dalam mewujudkan pertanian nasional yang berdaulat dan berkelanjutan.

Rekomendasi Untuk Anda

 Menurutnya, sejak awal Fateta didesain sebagai institusi hibrida yang memadukan teknik, ilmu alam, manajemen, dan teknologi.

“Fateta adalah tulang punggung sistem pertanian modern. Mengubahnya menjadi sekolah teknik justru mempersempit perannya yang strategis,” kata Aman, yang juga Guru Besar IPB.

Ia juga menyoroti kontribusi global alumni IPB, seperti Florentinus Gregorius Winarno, yang pernah menjabat Presiden Codex Alimentarius Commission di bawah FAO selama dua periode.

Menurut Aman, teknologi adalah jiwa dari pembangunan pangan, mulai dari pengelolaan sumber daya hingga industri pengolahan. Fateta berperan besar dalam memastikan keberlanjutan sistem pangan nasional—termasuk dalam aspek kesehatan, energi terbarukan, dan ketahanan lingkungan.

“IPB mencakup seluruh rantai pertanian, dan Fateta adalah penggerak utama inovasinya,” tegasnya.

Aman juga mendorong sinergi antara teknologi pertanian dan teknologi pertahanan sebagaimana tertuang dalam Asta Cita Presiden Prabowo. “Pembangunan masa depan harus dipandu teknologi. Ini bukan sekadar soal pangan, tetapi menyangkut masa depan bangsa,” tutupnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas