Kunci Jawaban PAI Kelas 4 SD/MI Kurikulum Merdeka Halaman 31, Bab 2: Aktivitasku
Simak berikut ini merupakan kunci jawaban buku PAI kelas 4 SD/MI Kurikulum Merdeka bab 2 halaman 31: Tugas Aktivitasku
Penulis:
Namira Yunia Lestanti
Editor:
Wahyu Gilang Putranto
TRIBUNNEWS.COM – Buku pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) kelas 4 SD/MI Kurikulum Merdeka bab 2 halaman 31 mempelajari tentang Teladan Mulia Asmaul Husna.
Salah satu materi yang dibahas pada buku pelajaran buku pelajaran PAI Kelas 4 SD/MI Kurikulum Merdeka halaman 31, karangan Faozan Ahmad, dkk. terbitan Kemdikbud Ristek tahun 2021 yakni anjuran menjaga diri.
Istilah menjaga diri merujuk pada sikap seseorang dalam melindungi dan mengendalikan dirinya agar terhindar dari hal-hal yang merugikan.
Konsep ini mencakup perlindungan terhadap fisik, mental, hingga aspek moral dan spiritual yang menjadi dasar kehidupan sosial.
Secara fisik, menjaga diri berarti merawat kesehatan, menjaga pola makan, serta menghindari kebiasaan buruk yang berpotensi merusak tubuh.
Dari sisi mental, menjaga diri berkaitan dengan pengendalian emosi, berpikir positif, serta upaya menghindari stres berlebihan.
Pada latihan soal kali ini, siswa diminta menjawab pertanyaan terkait aktivitas yang ada dalam halaman tersebut.
Sebagai catatan, sebelum melihat kunci buku pelajaran Kelas 4 SD/MI Kurikulum Merdeka halaman 31 siswa diminta untuk terlebih dahulu menjawab soal secara mandiri.
Kunci jawaban ini digunakan sebagai panduan dan pembanding oleh orang tua untuk mengoreksi pekerjaan anak.
Kunci Jawaban Kelas 4 SD/MI Kurikulum Merdeka Halaman 31, Bab 2: Aktivitasku.
Kunci Jawaban PAI Kelas 4 SD/MI Kurikulum Merdeka Hal 31
Baca juga: Kunci Jawaban PAI Kelas 4 Halaman 175 Kurikulum Merdeka: Sikap dengan Tetangga Baru
Aktivitasku
Berdasar pengalamanmu, bagaimana cara menahan diri ketika akan berbuat sesuatu yang merugikan? Dan apa manfaatnya?
Jawaban :
- Cara menahan diri :
Berdasarkan pengalaman saya, cara menahan diri ketika ingin berbuat sesuatu yang merugikan adalah dengan berhenti sejenak untuk berpikir sebelum bertindak.
Biasanya saya mencoba menenangkan diri dengan menarik napas dalam-dalam, lalu mempertimbangkan akibat yang mungkin timbul jika saya tetap melakukannya.
Saya juga membiasakan diri mengingat nasihat orang tua dan nilai agama yang mengajarkan pentingnya bersabar serta tidak tergesa-gesa.
Jika masih merasa kesulitan, saya biasanya memilih mengalihkan perhatian pada hal positif, misalnya membaca, menulis, atau berolahraga untuk menyalurkan energi negatif.
- Manfaat menahan diri:
Manfaat dari menahan diri ini sangat besar. Pertama, saya bisa terhindar dari konflik dan menjaga hubungan baik dengan orang lain, karena ucapan atau tindakan yang terburu-buru seringkali melukai perasaan.
Kedua, menahan diri membuat saya lebih tenang, tidak mudah terseret dalam masalah baru, dan mampu membuat keputusan dengan lebih bijak.
Ketiga, saya merasa lebih dihargai oleh orang lain karena tidak bersikap impulsif, serta lebih mudah mendapatkan kepercayaan dari lingkungan sekitar.
Pada akhirnya, menahan diri bukan berarti menekan perasaan selamanya, melainkan mengendalikan cara mengekspresikan diri agar tidak merugikan siapapun.
Hal ini membawa manfaat besar: ketenangan batin, hubungan sosial yang harmonis, dan kualitas diri yang lebih baik.
*) Disclaimer:
- Artikel ini hanya ditujukan kepada orang tua untuk memandu proses belajar anak.
- Sebelum melihat kunci jawaban, siswa harus terlebih dahulu menjawabnya sendiri, setelah itu gunakan artikel ini untuk mengoreksi hasil pekerjaan siswa.
(Tribunnews.com/Namira)
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.