Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kemenyan untuk Parfum?

Apakah benar kemenyan bisa dijadikan parfum-parfum terkenal? Simak penjelasan dari Prof. Muchtaridi, Pengajar Kimia GO.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sri Juliati
zoom-in Kemenyan untuk Parfum?
Ilustrasi di-generate oleh AI
KEMENYAN UNTUK PARFUM? - Akhir-akhir ini, telah viral pernyataan Wakil Presiden tentang hilirisasi kemenyan. Menurut Wapres, kemenyan sama berharganya dengan nikel. Apakah benar kemenyan bisa dijadikan parfum-parfum terkenal? Simak penjelasan dari Prof. Muchtaridi, Pengajar Kimia GO. 

oleh: Prof. Muchtaridi (Pengajar Kimia GO)

TRIBUNNEWS.COM - Akhir-akhir ini, telah viral pernyataan Wakil Presiden tentang hilirisasi kemenyan. Menurut Wapres, kemenyan sama berharganya dengan nikel. 

Bahkan, Wapres akan memfasilitasi anak-anak muda untuk melakukan riset tentang kemenyan agar menjadi bahan baku parfum. 

Mari kita bahas lebih dalam tentang kemenyan, apakah benar kemenyan bisa dijadikan parfum-parfum terkenal?

Tanaman Penghasil Kemenyan

Kemenyan merupakan getah kuning yang bersumber dari tanaman genus Boswellia, terutama spesies seperti B. sacra, B. frereana, B. papyrifera, dan B. serrata. Pohon ini bisa mencapai tinggi 24–40 meter dengan lebar batang 60–100 cm. 

Pohon-pohon ini banyak ditemukan di daerah kering di India, Afrika, dan Timur Tengah. Kemenyan juga bisa merujuk pada getah pohon dari genus Styrax, terutama Styrax benzoin, yang banyak ditemukan di Indonesia.

Batangnya lurus dan hanya memiliki sedikit percabangan. Kulit pohon beralur, tapi tidak dalam, dengan warna kulit merah anggur. Sementara kayu gubal kemenyan berwarna putih. 

Rekomendasi Untuk Anda

Daun kemenyan tunggal dan tersusun spiral, berbentuk oval membulat hingga memanjang, berukuran panjang 4–15 cm dan lebar 5–7,5 cm.

Permukaan bawah daun berwarna putih hingga abu-abu, agak mengkilap. Warna daun jenis kemenyan Toba lebih gelap kecoklatan dan lebih tebal dibandingkan jenis kemenyan Durame. 

Bunga majemuk, berbentuk tandan (malai), bertangkai panjang, memiliki 9–12 helai daun mahkota bunga.

Bunga muncul pada ujung atau ketiak daun, berbunga sekali dalam setahun, antara bulan November hingga Januari.

Buahnya gepeng lonjong berukuran 2,5–3 cm dengan warna coklat keputihan.

Baca juga: Rentosertib: Terobosan Pengobatan Fibrosis Paru Idiopatik Berkat Kecerdasan Buatan

Manfaat Tanaman Kemenyan

Kemenyan telah dikenal sejak ribuan tahun silam oleh nenek moyang kita, bahkan kemenyan identik dengan perdukunan sejak abad ke-14.

Kemenyan merupakan resin yang memiliki sejarah panjang dalam pengobatan tradisional. Secara empiris, kemenyan digunakan untuk membantu mengatasi artritis, asma, dan kondisi kesehatan lainnya.

Di India (Padhi dkk., 2013), kemenyan digunakan secara tradisional untuk memperbaiki saluran pencernaan seperti diare, perut kembung, penyumbatan saluran pencernaan, dan muntah. Namun, klaim tersebut masih belum dibuktikan secara klinis. 

Namun, leluhur kita sering menggunakan kemenyan untuk dupa, wewangian, perawatan kultus, dan minyak pijat.

Bukti kemenyan sebagai anti-osteoartritis lebih banyak dibuktikan dalam beberapa publikasi dan hanya uji osteoartritis yang telah dibuktikan secara klinik. 

Majeed dkk. (2019) melakukan uji klinik terhadap 48 sukarelawan dengan pemberian 169 mg ekstrak Boswellia serrata yang mengandung senyawa 3-acetyl-11-keto-β-boswellic acid, atau lebih dikenal dengan asam boswelat, dengan dosis dua kali sehari selama 120 hari. 

Hasilnya menunjukkan bahwa suplemen tersebut mengurangi peradangan, nyeri sendi, dan kekakuan pada osteoartritis lutut ringan hingga sedang tanpa efek samping yang serius.

Kandungan Kimia Kemenyan

Kemenyan resin disebut mengandung 60–85 persen resin benzoin (campuran terpen), 6–30 persen gum (campuran polisakarida), dan 5–9 persen minyak atsiri. 

Resin ini memiliki aroma wangi yang kuat, dan dalam konsentrasi encer menjadi wangi lembut seperti vanila. Resin benzoin juga telah diteliti sebagai antiseptik, antiinflamasi, dan pelindung kulit, meskipun belum dibuktikan secara klinis.

Kandungan kimia resin benzoin didominasi oleh asam boswelat dan turunannya yang merupakan golongan triterpenoid. 

Senyawa-senyawa ini diduga berperan dalam antiinflamasi dan artritis. Namun, selain asam boswelat, resin ini juga mengandung asam sinamat, asam benzoat, styrol, styracin, vanillin, coniferil sinamat, dan coniferil benzoat, yang sering digunakan dalam pengolahan parfum. 

Menurut peneliti lain, resin ini juga mengandung benzoresinol dan sumaresinotannol yang digunakan sebagai antiseptik.

Apakah Bisa Dijadikan Parfum?

Bahan baku parfum dari tanaman haruslah memiliki aroma yang kuat dari minyak atsiri. Kemenyan memiliki kandungan minyak atsiri yang besar dan beraroma kuat.

Untuk kebutuhan parfum, minyak atsiri kemenyan (50-90 persen) memiliki aroma kuat balsamik, seperti kamper, menyengat pedas, aroma kayu, dan sedikit beraroma lemon. 

Kandungan minyak atsiri kemenyan yang dapat menghasilkan aroma di atas adalah α-Pinene (2.0–64.7 persen), α-thujene (0.3–52.4 persen), β-pinene (0.3–13.1 persen), myrcene (1.1–22.4 persen), sabinene (0.5–7.0 persen), limonene (1.3–20.4 persen), p-cymene (2.7–16.9 persen), dan β-caryophyllene (0.1–10.5 persen).

Oleh karena itu, agar kemenyan dapat dijadikan parfum, tentu harus diolah dulu melalui penyulingan uap atau destilasi untuk memperoleh minyak atsiri murni. Atau, resin dapat dilakukan perendaman dengan etanol (maserasi), kemudian ekstrak kental dilarutkan dalam etanol absolut. 

Metode pertama (penyulingan) membutuhkan peralatan dengan skala besar yang membutuhkan energi listrik yang besar, dan metode kedua membutuhkan pelarut etanol dalam jumlah besar, sehingga akan menghasilkan limbah yang banyak dan biaya pelarut yang besar.

Apakah Dapat Di-Hilirisasi Seperti Nikel?

Hilirisasi bahan alam Indonesia sebetulnya lebih tepat dibandingkan hilirisasi zat sintesis karena melimpahnya bahan alam Indonesia sebagai negara tropis. Bahkan, negara kita merupakan negara nomor dua (setelah Brasil) sebagai negara megabiodiversitas. 

Misalnya, kemenyan dapat tumbuh baik di hutan-hutan Kalimantan dan Jawa. Namun, hilirisasi bahan alam ini harus diikuti dengan hilirisasi bahan baku kimia dasar yang banyak digagas oleh Petrokimia dan Pertamina. Misalnya, ekstraksi atau destilasi kemenyan sudah pasti memerlukan pelarut organik yang banyak dengan grade atau kemurnian yang baik.

Pemerintah sudah mendukung melalui regulasi masalah hilirisasi bahan alam ini, baik untuk bahan baku obat maupun non-obat. Namun, pada tataran teknis banyak regulasi yang belum sinkron. 

Lalu, apakah hilirisasi bahan baku parfum dari kemenyan ini bisa setara dengan hilirisasi nikel? 

Hilirisasi kemenyan tidak dapat dibandingkan secara langsung dengan hilirisasi nikel dalam hal skala dan dampak ekonomi, tetapi keduanya merupakan strategi penting untuk memaksimalkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia. 

Kemenyan lebih cocok menjadi bagian dari hilirisasi sektor kreatif, herbal, dan kesehatan, yang memiliki potensi substansial jika dikembangkan secara serius. 

Berikut alasan mengapa kedua komoditas tersebut tidak dapat disetarakan: 

  1. Belum ada industri parfum lokal Indonesia yang bertaraf internasional seperti International Flavors & Fragrances Inc.
  2. Lokal wisdom kita belum menjadi kekuatan ekspor seperti halnya China
  3. Ekonomi kreatif bidang ekspor bahan alam Indonesia masih stagnan karena regulasi yang berubah-ubah. 

Sehingga, ekspor bahan baku parfum dari kemenyan masih belum berdampak makro secara ekonomi. Namun, peluang infrastruktur industri bahan baku dari alam Indonesia tidak serumit infrastruktur hilirisasi nikel yang memerlukan izin limbah, izin tambang, smelter, dan tentu izin ekspor.

Namun, kali ini dapat kita simpulkan bahwa pernyataan Wakil Presiden sudah 70 persen benar, sehingga pernyataannya kali ini harus didukung, bukan dicerca. (*)

Sesuai Minatmu
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas