Kunci Jawaban Pendidikan Agama Islam Kelas 9 SMP/MTs Kurikulum Merdeka Hal 241: Pantun Islami
Simak berikut merupakan kunci jawaban buku Pendidikan Agama Islam kelas 9 SMP/MTs Kurikulum Merdeka halaman 241 bab 10: Pantun Islami
Penulis:
Namira Yunia Lestanti
Editor:
Nanda Lusiana Saputri
TRIBUNNEWS.COM – Buku pelajaran Pendidikan Agama Islam kelas 9 SMP/MTs Kurikulum Merdeka halaman 241 bab 10 mempelajari tentang Peradaban Islam.
Salah satu materi yang dibahas pada buku pelajaran buku pelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas 9 SMP/MTs Kurikulum Merdeka halaman 241, karangan Suryatini Iis, dkk. terbitan Kemdikbud Ristek tahun 2022 yakni Masa Syafawi dan India Mughal.
Masa Syafawi: Dinasti Persia (1501–1736) di bawah Shah Abbas I mempersatukan Persia, memajukan seni, arsitektur, dan menjadikan Islam Syiah agama resmi.
Masa Mughal: Dinasti India (1526–1857) terkenal dengan pemerintahan kuat, seni-budaya maju, dan monumen ikonik seperti Taj Mahal.
Keduanya menunjukkan peradaban Islam yang maju, gigih, dan berpengaruh, menjadi teladan dalam politik, seni, dan budaya.
Pada latihan soal kali ini, siswa diminta menjawab pertanyaan terkait aktivitas yang ada dalam halaman tersebut.
Sebagai catatan, sebelum melihat kunci buku pelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas 9 SMP/MTs Kurikulum Merdeka halaman 241 siswa diminta untuk terlebih dahulu menjawab soal secara mandiri.
Kunci jawaban ini digunakan sebagai panduan dan pembanding oleh orang tua untuk mengoreksi pekerjaan anak.
Kunci Jawaban Pendidikan Agama Islam Kelas 9 SMP/MTs Kurikulum Merdeka Halaman 241: Pantun Islami .
Kunci Jawaban Pendidikan Agama Islam Kelas 9 SMP/MTs Kurikulum Merdeka Halaman 241
Aktivitas 1
Baca juga: Kunci Jawaban Pendidikan Agama Islam Kelas 9 SMP/MTs Kurikulum Merdeka Hal 181, Bab 7: Aktivitas 4
Bacalah pantun di bawah ini, buatlah ilustrasi dari gambaran pantun tersebut sehingga menjadi ilustrasi yang mengajak sesama untuk semangat dan gigih berjuang,sepertisejarah peradaban Islam di Syafawi dan Mughal, kemudian bacakan di depan kelas!
Sungguh indah alam Indonesia
Aman dan tentram dalam kuasa-Nya
Daulah Syafawi di bumi Persia
Abbas satu puncak kejayaannya
Kumpul keluarga di waktu luang
Hati senang bisa berhadapan
Bangsa Mughal gigih dalam berjuang
Patut dicontoh dalam kehidupan
Jalin silaturahmi junjung etika
Kunjungi saudara sirnakan dusta
Sejarah Islam nan penuh dinamika
Jadikan renungan bagi hidup kita
Jawaban :
Ilustrasi Pantun dan Pesan Semangat
Pantun di atas menggambarkan keindahan alam Indonesia sekaligus menyinggung sejarah peradaban Islam, khususnya Daulah Syafawi di Persia dan Dinasti Mughal di India.
Untuk membuat ilustrasi yang mengajak semangat dan gigih berjuang, bisa digambarkan sebagai berikut:
Bayangkan sebuah peta visual dengan dua sisi: satu menampilkan keindahan alam Indonesia pegunungan hijau, sungai berliku, dan sawah yang subur, menandakan kedamaian dan rahmat Tuhan.
Di sisi lain, terdapat ilustrasi sejarah peradaban Islam, seperti istana megah Syafawi dengan Abbas sebagai pemimpin yang bijaksana, dan kerajaan Mughal dengan pasukan yang berani dan rakyat yang gigih membangun peradaban.
Di bagian bawah, gambar kegiatan masyarakat yang harmonis: keluarga berkumpul, saling bertegur sapa, dan orang-orang saling bekerja sama. Ini melambangkan nilai silaturahmi, etika, dan kerja keras yang bisa diambil sebagai inspirasi.
Pesan yang terkandung:
- Kita bisa belajar dari sejarah untuk gigih dan teladan dalam membangun peradaban, sama seperti Mughal dan Syafawi.
- Alam dan kehidupan sosial Indonesia yang aman dan harmonis adalah anugerah Tuhan yang harus dijaga.
- Silaturahmi, etika, dan kerja sama menjadi kunci keberhasilan dalam kehidupan sehari-hari.
Jika disampaikan di depan kelas, ilustrasi ini bisa dikombinasikan dengan gambar atau poster, menampilkan alam, sejarah, dan aktivitas sosial.
Sehingga teman-teman bisa memahami hubungan antara keindahan alam, sejarah peradaban, dan semangat berjuang dalam kehidupan.
*) Disclaimer:
- Artikel ini hanya ditujukan kepada orang tua untuk memandu proses belajar anak.
- Sebelum melihat kunci jawaban, siswa harus terlebih dahulu menjawabnya sendiri, setelah itu gunakan artikel ini untuk mengoreksi hasil pekerjaan siswa.
(Tribunnews.com/Namira)
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.