Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Bukan Cuma Bisa Baca Tulis, Ini 5 Dimensi Kesiapan Anak Masuk Sekolah yang Sering Terabaikan

Kemampuan membaca, menulis, atau berhitung hanya sebagian kecil dari kesiapan anak masuk sekolah.

Tayang:
Diperbarui:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
zoom-in Bukan Cuma Bisa Baca Tulis, Ini 5 Dimensi Kesiapan Anak Masuk Sekolah yang Sering Terabaikan
TRIBUN JABAR/zelphi
ILUSTRASI SISWA SD. 

Ringkasan Berita:
  • Bisa membaca, menulis, dan berhitung, merupakan bagian dari kesiapan anak sekolah
  • Namun, kesiapan sekolah bersifat multidimensi dan melibatkan berbagai aspek perkembangan
  • Satu di antaranya kesiapan sosial-emosional mencakup kemampuan anak berinteraksi dengan teman

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Banyak orang tua menilai kesiapan sekolah anak dari kemampuan membaca, menulis, atau berhitung. 

Padahal, menurut kajian tumbuh kembang anak, kesiapan sekolah bersifat multidimensi dan melibatkan berbagai aspek perkembangan.

Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr. dr. Hesti Lestari, Sp.A, Subsp. TKPS(K), menjelaskan bahwa kesiapan sekolah mencakup kesiapan sosial-emosional, fisik dan motorik, bahasa dan komunikasi, kognitif, serta kesiapan cara belajar.

“Kesiapan sekolah itu bersifat multidimensi, siap secara sosial emosional, fisik motorik, komunikasi bahasa, kognitif, serta cara belajar. Semua dimensi ini saling menunjang,” jelasnya diskusi media virtual, Rabu (17/12/2025). 

Baca juga: Bupati Situbondo Tegaskan Kesiapan Sekolah Rakyat untuk Tahun 2026: Peminat Membeludak

Pertama, kesiapan sosial-emosional mencakup kemampuan anak berinteraksi dengan teman, mengontrol diri, bekerja sama, serta menjadi bagian dari kelompok. 

Rekomendasi Untuk Anda

Anak yang matang secara emosional mampu menghadapi kegagalan tanpa menangis berlebihan dan memiliki rasa percaya diri yang sehat.

Kedua, kesiapan fisik dan motorik berhubungan dengan daya tahan tubuh, kecukupan energi, serta perkembangan motor kasar dan halus. 

Ketiga, motorik kasar memungkinkan anak mengikuti aktivitas fisik, sementara motorik halus menunjang kemampuan memegang pensil dan membuka buku.

Keempat, kesiapan bahasa dan komunikasi menjadi dasar proses literasi. Anak perlu memahami instruksi verbal dan mampu menyampaikan kebutuhan secara jelas. 

Stimulasi bahasa sejak dini membantu membangun fondasi membaca dan menulis.

Kesiapan kognitif dibentuk melalui pengalaman, seperti membaca bersama orang tua, mengenal simbol, warna, bentuk, serta memahami konsep ruang. Semua ini membutuhkan stimulasi yang sesuai tahapan usia.

Terakhir, kesiapan cara belajar mencerminkan bagaimana anak menyerap informasi. 

Setiap anak memiliki gaya belajar yang berbeda, dipengaruhi oleh temperamen dan pengalaman sebelumnya.

Dr. Hesti menekankan bahwa seluruh dimensi ini perlu dipersiapkan secara komprehensif sejak dini melalui pemantauan tumbuh kembang, pemenuhan gizi, imunisasi, stimulasi yang tepat, serta hubungan timbal balik yang hangat antara anak dan orang tua.

Dengan demikian, kesiapan sekolah bukan soal seberapa cepat anak masuk kelas, melainkan seberapa matang seluruh aspek perkembangannya saat memulai perjalanan belajar formal.

(Tribunnews.com/ Aisyah Nursyamsi)

Saksikan juga liputan khusus Tribunnews tentang aktivitas siswa di Sekolah Rakyat:  

 

 

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas