Kunci Jawaban Pendidikan Agama Islam Kelas 4 SD/MI Kurikulum Merdeka Hal 183: Pengayaan
Simak berikut merupkan kunci jawaban buku pelajaran Pendidikan Agama Islam kelas SD/MI Kurikulum Merdeka halaman 183 bab 10: Pengayaan
Penulis:
Namira Yunia Lestanti
Editor:
Bobby Wiratama
TRIBUNNEWS.COM – Buku pelajaran Pendidikan Agama Islam kelas SD/MI Kurikulum Merdeka halaman 183 bab 10.
Salah satu materi yang dibahas pada buku pelajaran buku pelajaran Pendidikan Agama Islam 4 SD/MIKurikulum Merdeka halaman 183, karangan Henry Nugroho, dkk. terbitan Kemdikbud Ristek tahun 4041 yakni Kisah Nabi Muhammad saw. Membangun Kota Madina.
Kisah Nabi Muhammad saw. Membangun Kota Madinah adalah cerita sejarah Islam tentang bagaimana Rasulullah saw. membangun dan menata kehidupan masyarakat di Madinah setelah peristiwa hijrah dari Makkah ke Madinah pada tahun 622 M.
Kisah ini menjadi teladan penting dalam bidang kepemimpinan, persatuan, toleransi, dan tata kelola masyarakat.
Pada latihan soal kali ini, siswa diminta menjawab pertanyaan terkait aktivitas yang ada dalam halaman tersebut.
Sebagai catatan, sebelum melihat kunci buku pelajaran Pendidikan Agama Islam 4 SD/MIKurikulum Merdeka halaman 183 siswa diminta untuk terlebih dahulu menjawab soal secara mandiri.
Kunci jawaban ini digunakan sebagai panduan dan pembanding oleh orang tua untuk mengoreksi pekerjaan anak.
Kunci Jawaban Pendidikan Agama Islam 4 SD/MIKurikulum Merdeka Halaman 183: Pengayaan.
Jawaban Pendidikan Agama Islam 4 SD/MIKurikulum Merdeka Halaman 183
Pengayaan.
A, Pilihlah kegiatan pengayaan berikut!
1. Carilah dan buatlah laporan tentang masjid yang memiliki fungsi bukan hanya tempat salat!
2. Carilah isi Piagam Madinah yang lengkap!
B. Presentasikan hasil pencarianmu!
Jawaban :
Baca juga: Kunci Jawaban PAI Kelas 11 Kurikulum Merdeka Halaman 208: Menguatkan Kerukunan Melalui Toleransi
LAPORAN KEGIATAN PENGAYAAN
A. Pilihlah Kegiatan Pengayaan
1. Laporan Masjid yang Memiliki Fungsi Bukan Hanya Tempat Salat
- Judul : Peran Masjid Nabawi sebagai Pusat Ibadah, Pendidikan, Sosial, dan Pemerintahan
Pendahuluan
Masjid dalam Islam tidak hanya berfungsi sebagai tempat melaksanakan ibadah salat, tetapi juga memiliki peran penting dalam kehidupan sosial, pendidikan, dan pemerintahan umat Islam. Sejak masa Rasulullah SAW, masjid telah menjadi pusat aktivitas masyarakat. Salah satu contoh masjid yang memiliki fungsi sangat luas adalah Masjid Nabawi di Madinah. Masjid ini dibangun oleh Rasulullah SAW setelah hijrah dari Makkah ke Madinah.
- Sejarah Singkat Masjid Nabawi
Masjid Nabawi dibangun pada tahun 622 M. Pembangunan masjid ini dilakukan secara gotong royong oleh Rasulullah SAW bersama para sahabat. Sejak awal berdirinya, Masjid Nabawi tidak hanya digunakan untuk beribadah, tetapi juga menjadi pusat kehidupan umat Islam.
- Fungsi Masjid Nabawi: Masjid Nabawi memiliki berbagai fungsi penting, antara lain:
- Tempat Ibadah
Masjid Nabawi digunakan sebagai tempat salat wajib, salat Jumat, dan berbagai ibadah lainnya seperti zikir dan doa. - Pusat Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan
Rasulullah SAW mengajarkan Al-Qur’an, hadis, serta ilmu agama kepada para sahabat di masjid ini. Masjid Nabawi juga menjadi tempat belajar membaca dan menulis, serta memahami ajaran Islam. - Pusat Sosial dan Kemanusiaan
Masjid Nabawi berfungsi sebagai tempat membantu kaum fakir miskin, menerima tamu, serta menyelesaikan persoalan sosial yang terjadi di masyarakat. - Pusat Musyawarah dan Pemerintahan
Rasulullah SAW memimpin umat Islam dari Masjid Nabawi. Berbagai keputusan penting, seperti urusan pemerintahan dan hukum, dibahas dan diputuskan di masjid ini. - Markas Dakwah dan Pertahanan
Masjid Nabawi digunakan untuk merencanakan strategi dakwah Islam dan pertahanan umat dari ancaman musuh.
- Kesimpulan
Masjid Nabawi merupakan contoh nyata bahwa masjid memiliki peran yang sangat luas dalam kehidupan umat Islam. Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pendidikan, sosial, dan pemerintahan. Oleh karena itu, umat Islam di masa kini hendaknya menghidupkan masjid dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
2. Isi Piagam Madinah Lengkap
- Pengertian Piagam Madinah
Piagam Madinah adalah perjanjian tertulis yang dibuat oleh Rasulullah SAW setelah hijrah ke Madinah. Piagam ini bertujuan untuk mengatur kehidupan masyarakat Madinah yang terdiri dari berbagai suku, agama, dan latar belakang budaya.
- Latar Belakang Disusunnya Piagam Madinah
Masyarakat Madinah terdiri dari kaum Muhajirin, Anshar, dan beberapa suku Yahudi. Perbedaan latar belakang tersebut berpotensi menimbulkan konflik. Oleh karena itu, Rasulullah SAW menyusun Piagam Madinah sebagai dasar hidup bersama secara damai dan adil.
- Isi Lengkap Piagam Madinah (Pokok-Pokok Perjanjian)
- Persatuan Umat Islam
Kaum Muhajirin dan Anshar merupakan satu umat meskipun berasal dari suku yang berbeda. - Kebebasan Beragama
Setiap kelompok, termasuk kaum Yahudi, bebas menjalankan agama dan ibadahnya masing-masing tanpa paksaan. - Persamaan Hak dan Kewajiban
Seluruh penduduk Madinah memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam kehidupan bermasyarakat. - Keadilan dan Penegakan Hukum
Setiap perselisihan diselesaikan secara adil, dan Rasulullah SAW menjadi pemimpin serta hakim tertinggi. - Pertahanan dan Keamanan Bersama
Seluruh warga Madinah wajib bekerja sama dalam menjaga keamanan kota dari ancaman luar. - Larangan Berbuat Zalim dan Kejahatan
Setiap bentuk kezaliman, pengkhianatan, dan kejahatan dilarang keras. - Tolong-Menolong dalam Kebaikan
Semua pihak diwajibkan saling membantu dalam hal kebaikan dan kebenaran. - Menjaga Perdamaian dan Ketertiban
Tidak diperbolehkan melakukan tindakan yang merusak keamanan dan ketertiban masyarakat.
- Nilai-Nilai yang Terkandung dalam Piagam Madinah :
Piagam Madinah mengandung nilai persatuan, toleransi, keadilan, musyawarah, dan tanggung jawab bersama. Nilai-nilai ini masih relevan untuk kehidupan bermasyarakat hingga saat ini.
- Kesimpulan :
Piagam Madinah merupakan dasar kehidupan bermasyarakat yang menjunjung tinggi keadilan, persatuan, dan toleransi dalam keberagaman. Piagam ini menjadi bukti bahwa Islam mengajarkan hidup damai dan saling menghormati.
B. Presentasi Hasil Pencarian
Penutup Presentasi: Dari hasil pencarian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa masjid memiliki peran luas dalam kehidupan umat Islam, sebagaimana dicontohkan oleh Masjid Nabawi. Selain itu, Piagam Madinah menjadi pedoman hidup bermasyarakat yang adil, damai, dan toleran. Nilai-nilai tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
*) Disclaimer:
- Artikel ini hanya ditujukan kepada orang tua untuk memandu proses belajar anak.
- Sebelum melihat kunci jawaban, siswa harus terlebih dahulu menjawabnya sendiri, setelah itu gunakan artikel ini untuk mengoreksi hasil pekerjaan siswa.
(Tribunnews.com/Namira)
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.