Kunci Jawaban IPS Kelas 8 Halaman 238-239: Organisasi Pergerakan Nasional Indonesia
Simak kunci jawaban IPS kelas 8 halaman 238-239 tentang organisasi pergerakan nasional, lengkap sejarah hingga tujuan.
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Bobby Wiratama
TRIBUNNEWS.COM - Buku Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kelas 8 SMP/MTs halaman 238–239 membahas aktivitas kelompok dalam Bab 4 mengenai perkembangan organisasi etnis kedaerahan dan keagamaan pada masa pergerakan nasional Indonesia.
Pada materi ini, siswa diminta membentuk kelompok, mencari referensi di perpustakaan, lalu mendiskusikan sejarah lahir, tujuan, dan bentuk perjuangan berbagai organisasi pergerakan nasional seperti Jong Java, Muhammadiyah, dan Nahdlatul Ulama.
Kegiatan ini bertujuan agar siswa memahami peran organisasi kepemudaan dan keagamaan dalam menumbuhkan semangat nasionalisme serta persatuan bangsa Indonesia pada masa penjajahan.
Melalui diskusi dan presentasi kelompok, siswa diharapkan mampu meningkatkan kemampuan kerja sama, berpikir kritis, dan memahami pentingnya perjuangan organisasi dalam proses menuju kemerdekaan Indonesia.
Sebelum melihat kunci jawaban, siswa disarankan mengerjakan tugas secara mandiri terlebih dahulu.
Kunci jawaban ini dapat dijadikan panduan belajar dan bahan evaluasi bagi orang tua dalam mendampingi proses pembelajaran anak di rumah.
Perlu diingat, jawaban dapat berbeda sesuai sumber referensi dan hasil diskusi masing-masing kelompok.
Baca juga: Kunci Jawaban LKS Bahasa Jawa Kelas 7 Halaman 46 Kurikulum Merdeka: Amrih Luwih Becik
Aktivitas Kelompok
- Bentuklah kelompok dengan anggota 4-5 orang.
- Berkunjunglah ke perpustakaan, kemudian carilah buku tentang perkembangan berbagai organisasi etnis kedaerahan dan keagamaan pada masa perkembangan pergerakan nasional.
- Diskusikan bagaimana perkembangan organisasi tersebut pada masa pergerakan nasional!
- Tuliskan rangkuman hasil diskusimu, lalu presentasikan di depan kelas!
| Nama Organisasi |
Sejarah Kelahiran |
Tujuan | Bentuk Perjuangan |
| Jong Java | Berdiri tahun 1915, berasal dari organisasi Tri Koro Dharmo yang diubah namanya menjadi Jong Java. | Mempererat persatuan pemuda Jawa, Sunda, Madura, dan Bali. | Mengadakan pendidikan, diskusi budaya, dan kegiatan kepemudaan. |
| Trikoro Dharmo | Didirikan pada 7 Maret 1915 oleh Satiman Wirjosandjojo dan para pelajar STOVIA. | Mempererat persaudaraan antarpelajar pribumi. | Mengembangkan pendidikan, budaya, dan persatuan pemuda. |
| Jong Islamieten Bond |
Berdiri tahun 1925 sebagai organisasi pemuda Islam modern. | Menyatukan pemuda Islam dan meningkatkan pendidikan agama. | Mengadakan ceramah, pendidikan, dan kegiatan sosial keagamaan. |
| Perkumpulan Pemuda Kristen (PPK) |
Berdiri pada masa pergerakan nasional sebagai wadah pemuda Kristen. |
Mempererat persaudaraan pemuda Kristen dan menumbuhkan nasionalisme. | Mengadakan kegiatan pendidikan dan sosial keagamaan. |
| Muhammadiyah | Didirikan KH Ahmad Dahlan pada 18 November 1912 di Yogyakarta. |
Memajukan pendidikan dan dakwah Islam. | Mendirikan sekolah, rumah sakit, dan kegiatan sosial masyarakat. |
| Nahdlatul Ulama |
Berdiri pada 31 Januari 1926 dipimpin KH Hasyim Asy’ari. | Mempertahankan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah dan meningkatkan kesejahteraan umat. | Dakwah, pendidikan pesantren, dan perjuangan sosial keagamaan. |
5. Setelah kalian mendiskusikan hasil rangkumanmu di depan kelas, buatlah catatan berdasarkan informasi dari kelompok lain!
Kunci Jawaban: Catatan Hasil Diskusi
Organisasi pemuda dan keagamaan berperan penting dalam membangkitkan semangat nasionalisme Indonesia.
Perjuangan dilakukan melalui pendidikan, kegiatan sosial, budaya, dan persatuan pemuda.
Organisasi-organisasi tersebut menjadi dasar lahirnya semangat persatuan menuju kemerdekaan Indonesia.
Baca juga: Kunci Jawaban LKS Bahasa Jawa Kelas 7 Halaman 47 Kurikulum Merdeka: Gladhen Nambah Kawruh
*) Disclaimer:
- Artikel ini hanya ditujukan kepada orang tua untuk memandu proses belajar anak.
- Sebelum melihat kunci jawaban, siswa harus terlebih dahulu menjawabnya sendiri, setelah itu gunakan artikel ini untuk mengoreksi hasil pekerjaan siswa.
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)
Baca tanpa iklan