Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kunci Jawaban IPS Kelas 7 Kurikulum Merdeka Halaman 175: Keragaman Budaya

Kunci jawaban IPS Kelas 7 halaman 175 tentang jenis-jenis keragaman budaya. Siswa diminta membaca teks sebelum mengisi jawaban.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Faisal Mohay
zoom-in Kunci Jawaban IPS Kelas 7 Kurikulum Merdeka Halaman 175: Keragaman Budaya
TribunJabar.id/GANI KURNIAWAN
SISWA SMP BELAJAR - Sejumlah siswa SMP PGRI 6 belajar di ruang kelas bekas ruang guru di SDN 205 Neglasari, Jalan Sadangserang, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (9/8/2022). Simak kunci jawaban IPS kelas 7 halaman 175 Kurikulum Merdeka. 

TRIBUNNEWS.COM - Kunci jawaban IPS Kelas 7 Kurikulum Merdeka halaman 175 disediakan sebagai bahan referensi sekaligus panduan belajar bagi siswa.

Tujuannya untuk membantu siswa memahami materi yang sedang dipelajari.

Dengan adanya kunci jawaban ini, siswa dapat membandingkan hasil pekerjaan mereka dengan jawaban yang benar sehingga lebih mudah menemukan kesalahan dan memperbaikinya.

Sebelum melihat kunci jawaban, sangat dianjurkan agar siswa terlebih dahulu berusaha mengerjakan soal secara mandiri.

Pada buku IPS Kelas 7 halaman 175 Kurikulum Merdeka yang ditulis oleh Muhammad Nursaban, Supardi dan diterbitkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi tahun 2021, terdapat latihan yang berkaitan dengan materi Bab 4, yaitu Pemberdayaan Masyarakat.

Baca juga: Kunci Jawaban IPS Kelas 7 Kurikulum Merdeka Halaman 169: Keragaman Budaya

IPS Kelas 7 Halaman 175

a. Carilah salah satu bukti dari keragaman budaya di sekitar tempat tinggal kalian yang merupakan hasil dari akulturasi.

Jawaban:

Rekomendasi Untuk Anda

Salah satu contoh akulturasi yang sangat dekat dan hidup di wilayah Solo Raya (termasuk Surakarta dan Karanganyar) adalah Tradisi Sekaten dan Grebeg.

Tradisi ini merupakan hasil perpaduan (akulturasi) antara kebudayaan Islam dengan kebudayaan Jawa (bahkan pengaruh Hindu-Buddha sebelumnya).

Awalnya, upacara Grebeg atau sesaji berasal dari tradisi kerajaan Jawa kuno untuk menghormati roh leluhur dan merayakan panen.

Ketika Islam masuk, pihak keraton (Kesunanan Surakarta) mengemas ulang tradisi ini menjadi perayaan untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, lengkap dengan pembacaan salawat menggunakan gamelan Kyai Guntursari dan Kyai Gunturmadu.

b. Bagian-bagian mana saja yang mendapatkan pengaruh akulturasi budaya?

Jawaban:

Seni Musik/Instrumen: Penggunaan Gamelan Sekaten yang khas Jawa untuk mengiringi lantunan dan pujian-pujian Islami di halaman Masjid Agung.

Ritual dan Simbol (Gunungan): Bentuk Gunungan (Grebeg) yang berisi hasil bumi. Konsep gunungan ini mengadopsi bentuk Gunung Meru dari kosmologi Hindu-Buddha, namun maknanya diubah sebagai simbol rasa syukur sedekah dari raja kepada rakyatnya sesuai ajaran Islam.

Sastra dan Bahasa: Penggunaan doa-doa berbahasa Arab (Islam) yang dipadukan dengan tembang atau mantra keselamatan berbahasa Jawa.

Baca juga: Kunci Jawaban LKS Informatika Kelas 7 Halaman 31 Kurikulum Merdeka: Proyek Profil Pelajar Pancasila

c. Apa saja keuntungan Indonesia berada pada posisi silang perdagangan internasional?

Jawaban:

Pusat Perekonomian yang Strategis: Menjadi jalur utama lalu lintas pelayaran dan perdagangan dunia (seperti Selat Malaka). Hal ini mempermudah Indonesia dalam mengekspor komoditas lokal dan mendatangkan barang kebutuhan dari luar negeri.

Hubungan Diplomatik yang Kuat: Mempermudah Indonesia menjalin kerja sama politik, ekonomi, dan pertahanan dengan negara-negara di berbagai belahan dunia.

Kekayaan Ragam Budaya: Interaksi dengan pedagang dari berbagai bangsa sejak zaman dahulu (India, Tiongkok, Arab, Eropa) membuat kebudayaan Indonesia menjadi sangat kaya, toleran, dan unik melalui proses akulturasi.

d. Apa saja ancaman masuknya budaya luar bagi negara Indonesia?

Jawaban:

Lunturnya Nilai Budaya Lokal: Generasi muda bisa kehilangan ketertarikan pada tradisi, bahasa daerah, dan kesenian lokal karena lebih memilih meniru gaya hidup barat atau tren global secara berlebihan.

Gaya Hidup yang Tidak Sesuai (Individualisme dan Konsumerisme): Munculnya sifat egois (individualis) yang mengikis semangat gotong royong khas Indonesia, serta gaya hidup boros demi gengsi sosial.

Krisis Identitas Nasional: Jika budaya luar diadopsi mentah-mentah tanpa filter, jati diri bangsa yang berlandaskan Pancasila (seperti sopan santun, religiusitas, dan musyawarah) bisa perlahan-lahan hilang.

Baca juga: Kunci Jawaban IPS Kelas 7 Kurikulum Merdeka Halaman 150-154: Uji Kompetensi

e. Bagaimana cara mengatasi dampak negatif pengaruh budaya yang tidak sesuai dengan jati diri bangsa Indonesia?

Jawaban:

Menerapkan Sistem Saring sebelum Sharing (Filterisasi): Menerima perkembangan teknologi dan informasi dari luar, tetapi menolak mentah-mentah perilaku atau nilai yang bertentangan dengan norma agama dan Pancasila.

Merevitalisasi Budaya Lokal lewat Konten Kreatif: Mengenalkan kembali budaya daerah dengan cara yang keren dan modern. Misalnya, membuat konten edukasi seputar tradisi lokal di media sosial, atau memadukan musik tradisional dengan genre modern agar disukai anak muda.

Memperkuat Pendidikan Karakter: Menanamkan nilai-nilai luhur Pancasila dan wawasan kebangsaan sejak dini di lingkungan keluarga, sekolah, maupun komunitas, agar fondasi moral generasi penerus tetap kokoh.

*) Disclaimer:

Kunci jawaban di atas hanya digunakan oleh orang tua untuk memandu proses belajar anak.

Sebelum melihat kunci jawaban, sebaiknya siswa sudah mengerjakan sendiri soal-soal tersebut.

(Tribunnews.com/Mohay)

Sesuai Minatmu
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas