Kunci Jawaban IPS Kelas 8 Kurikulum Merdeka Halaman 206: Aktivitas Perdagangan
Kunci jawaban IPS Kelas 8 halaman 206 tentang jenis-jenis keragaman budaya. Siswa diminta membaca teks sebelum mengisi jawaban.
Penulis:
Faisal Mohay
Editor:
Garudea Prabawati
TRIBUNNEWS.COM - Kunci jawaban IPS Kelas 8 Kurikulum Merdeka halaman 206 disediakan sebagai bahan referensi sekaligus panduan belajar bagi siswa.
Tujuannya untuk membantu siswa memahami materi yang sedang dipelajari.
Dengan adanya kunci jawaban ini, siswa dapat membandingkan hasil pekerjaan mereka dengan jawaban yang benar sehingga lebih mudah menemukan kesalahan dan memperbaikinya.
Sebelum melihat kunci jawaban, sangat dianjurkan agar siswa terlebih dahulu berusaha mengerjakan soal secara mandiri.
Pada buku IPS Kelas 8 halaman 206 Kurikulum Merdeka yang ditulis oleh Supardi, dkk dan diterbitkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi tahun 2021, terdapat latihan yang berkaitan dengan materi Bab 4, Perdagangan Antarwilayah di Indonesia.
Baca juga: Kunci Jawaban IPS Kelas 8 Kurikulum Merdeka Halaman 185-188: Uji Kompetensi
IPS Kelas 8 Halaman 206
1. Apakah yang dimaksud dengan konsep sejarah berkelanjutan kaitannya dengan sejarah perdagangan dari masa ke masa?
Jawaban:
Konsep sejarah berkelanjutan (kontinuitas) berarti bahwa peristiwa masa lalu tidak berdiri sendiri, melainkan membentuk, memengaruhi, dan terus mengalir ke masa kini dan masa depan.
Dalam konteks perdagangan Indonesia, hubungannya terlihat dari bagaimana posisi strategis (Selat Malaka) dan kekayaan alam (rempah-rempah, hasil bumi) selalu menjadi motor penggerak ekonomi yang tidak pernah berubah sejak abad ke-7 hingga sekarang. Karakternya terus berlanjut: Indonesia dari dulu hingga kini selalu berperan sebagai pemasok komoditas penting bagi pasar global dan menjadi titik temu para pedagang dunia.
2. Bagaimana perdagangan antarwilayah terjadi pada masa kerajaan sampai kolonial?
Jawaban:
Masa Kerajaan: Perdagangan terjadi secara terbuka, sukarela, dan saling menguntungkan. Kerajaan seperti Sriwijaya, Majapahit, dan Demak memanfaatkan jalur laut untuk menjual kelebihan komoditas mereka (beras, rempah, hasil tambang) ke wilayah lain seperti Malaka dan Tiongkok. Hubungan yang terbangun adalah kemitraan dagang yang bebas.
Masa Kolonial (VOC): Cara perdagangan berubah total menjadi monopoli dan paksaan. Ketika VOC datang, perdagangan bebas dipangkas. Rakyat dilarang menjual rempah-rempah ke pihak lain selain VOC. Akibatnya, perdagangan antarwilayah lokal menjadi terbatas, terisolasi, dan terjadi eksploitasi yang membuat pedagang lokal terpinggirkan.
Baca juga: Kunci Jawaban IPS Kelas 8 Kurikulum Merdeka Halaman 179: Fungsi Lembaga Sosial
3. Apakah yang membuat perdagangan di Indonesia berkembang pesat sebelum datangnya VOC?
Jawaban:
Posisi Geografis yang Sangat Strategis: Indonesia terletak di antara dua benua dan dua samudra, serta menguasai Selat Malaka yang merupakan jalur nadi perniagaan maritim dunia. Ini membuat Nusantara menjadi "rest area" sekaligus pasar wajib bagi pedagang internasional.
Kekayaan Sumber Daya Alam yang Berlimpah: Nusantara memiliki komoditas yang sangat diburu dunia namun sulit ditemukan di tempat lain, seperti rempah-rempah, emas, perak, sutra, hingga surplus beras yang menjadi komoditas unggulan untuk diekspor.
4. Bagaimana hubungan sejarah perdagangan masa kini dengan perdagangan pada masa kerajaan?
Jawaban:
Perdagangan Indonesia masa kini merupakan cerminan modern dari perdagangan masa kerajaan. Hubungan eratnya dapat dilihat dari beberapa poin:
Komoditas yang Serupa: Seperti halnya Majapahit dan Sriwijaya yang mengekspor bahan mentah dan hasil tambang, saat ini Indonesia juga masih menjadi salah satu eksportir utama dunia untuk komoditas alam dan tambang (seperti batubara, kelapa sawit, dan nikel).
Jalur yang Sama: Jalur pelayaran utama yang digunakan kapal-kapal kargo modern saat ini masih melewati rute yang sama dengan perahu-perahu dagang zaman kerajaan dahulu, yaitu Selat Malaka.
Semangat Perdagangan Bebas: Setelah sempat terpuruk akibat monopoli di era kolonial, perdagangan Indonesia masa kini kembali ke sistem terbuka dan bekerja sama dengan banyak negara (seperti Tiongkok, ASEAN, dan Barat), mirip dengan corak perdagangan bebas yang harmonis di masa Sriwijaya dan Majapahit.
*) Disclaimer:
Kunci jawaban di atas hanya digunakan oleh orang tua untuk memandu proses belajar anak.
Sebelum melihat kunci jawaban, sebaiknya siswa sudah mengerjakan sendiri soal-soal tersebut.
(Tribunnews.com/Mohay)
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.