Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Dari Kampung Tuday, Binaan Pertamina EP Sulap Limbah Kerang jadi Bernilai

Desa Kutai Lama, Anggana dikenal dengan sebutan Kampung Tuday. Hampir seluruh penduduknya merupakan, pencari kerang tuday.

Dari Kampung Tuday, Binaan Pertamina EP Sulap Limbah Kerang jadi Bernilai
dok. Pertamina
Jumlah anggota kelompoknya yaitu lebih dari 40 orang. Yang tertua bisa mencapai hingga usia 70 tahun. Salah satu produk dari anggota kelompoknya adalah pengolahan kerang tuday menjadi kerajinan bernilai tinggi. 

Anggana - Sudah sejak lama, kawasan RT 4, Desa Kutai Lama, Anggana dikenal dengan sebutan Kampung Tuday. Hampir seluruh penduduknya merupakan, pencari kerang tuday.

Limbah kerang tuday pun melimpah hingga ratusan kilogram perhari. Kreativitas pun akhirnya muncul untuk menyulap limbah kerang menjadi berbagai hasil kerajinan.

Sarifah, Ketua Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Bukwiskula di Kecamatan Anggana sedang asik berdiskusi dengan anggota kelompoknya Kamis (9/5) kemarin. Bukwiskula merupakan kependekan dari bubuhan kreatif wisata kutai lama.

Rumahnya disulap menjadi galeri UMKM yang menampung hasil produk para pengusaha UMKM. Tak hanya makanan, tetapi juga kerajinan tangan hasil kreatifitas tangan-tangan kreatif warga.

Jumlah anggota kelompoknya yaitu lebih dari 40 orang. Yang tertua bisa mencapai hingga usia 70 tahun. Salah satu produk dari anggota kelompoknya adalah pengolahan kerang tuday menjadi kerajinan bernilai tinggi.

Bahan baku kerang pun tak sulit ditemui. Pasalnya, di salah satu RT di Kutai Lama, terdapat kelompok masyarakat yang merupakan pencari kerang tuday.

Di kampung tersebutlah, sejak puluhan tahun silam, cangkang kerang hanya dibuang dan menjadi limbah tak bernilai. Oleh warga, sebagian hanya ditaruh di teras rumah sebagai pengeras permukaan tanah. Jumlahnya kian bertambah namun tak memiliki nilai ekonomis.

Hingga akhirnya, melalui pendampingan serta pelatihan dari PT Pertamina EP Asset 5 Sangasanga Field, kerang tersebut akhirnya disulap menjadi sejumlah souvenir yang bernilai tinggi.

“Jadi saking banyaknya limbah kerang tuday di kampung ini, akhirnya kerang tersebut hanya dibuang-buang saja. Oleh UMKM kami, akhirnya selama setahun terakhir bisa menjadi bahan kerajinan,” kata Sarifah.

Rafeah, salah satu pengrajin kerang tuday tersebut mengatakan, dalam satu hari, ia bisa mengolah sedikitnya 40 kerajinan dari limbah kerang tersebut.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Content Writer
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas