Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pulang Kampung, Pemudik di Sulawesi Pilih BBM Berkualitas Pertamax Series

Animo masyarakat Sulawesi dalam mengkomsumsi bahan bakar minyak (BBM) berkualitas bagi kendaraannya terus mengalami peningkatan.

Pulang Kampung, Pemudik di Sulawesi Pilih BBM Berkualitas Pertamax Series
dok. Pertamina
Berdasarkan catatan Tim Satgas RAFI (Ramadan Idul fitri) PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VII, jika pada periode normal rata-rata konsumsi Pertamax se-Sulawesi sekitar 157.000 liter per harinya, maka memasuki H-7 Idul Fitri angkanya naik menjadi 178.000 liter/hari. 

Animo masyarakat Sulawesi dalam mengkomsumsi bahan bakar minyak (BBM) berkualitas bagi kendaraannya terus mengalami peningkatan.

Terbukti, jelang mudik lebaran tahun ini, angka penjualan BBM jenis Pertamax Series, yakni Pertamax dan Pertamax Turbo mengalami lonjakan cukup signifikan. 

Berdasarkan catatan Tim Satgas RAFI (Ramadan Idul fitri) PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VII, jika pada periode normal rata-rata konsumsi Pertamax se-Sulawesi sekitar 157.000 liter per harinya, maka memasuki H-7 Idul Fitri angkanya naik menjadi 178.000 liter/hari.

"Berarti ada kenaikan hampir 14%," ujar Hatim Ilwan, Unit Manager Communication & CSR PT Pertamina MOR VII. 

Kenaikan yang signifikan lebih nampak ditunjukkan oleh BBM untuk jenis Pertamax Turbo. Bahan bakar minyak beroktan 98 ini bahkan peningkatannya tembus ke level 20%.

Jika sebelumnya rata-rata hariannya hanya di kisaran 3.000 liter per hari, khusus memasuki masa mudik ini tembus ke angka 3.600 liter/hari.

Peningkatan konsumsi Pertamax Turbo ini, lebih lanjut Hatim menjelaskan, masih didominasi oleh pengendara di wilayah Sulawesi Selatan yang angkanya melonjak sekitar 50% dari kisaran 1.500 liter per hari menjadi 2.300 liter per hari.

"Disusul kemudian oleh konsumsi di Sulawesi Utara dan Gorontalo yang masing-masing naik 38% dan 6%," ujar Hatim. 

Yang lebih menarik lagi, di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang tidak menyediakan nozle khusus Pertamax, pilihan masyarakat untuk tetap mengisi kendaraannya dengan Pertamax pun tidak berubah. Salah satunya tren konsumsi Pertamax yang dijual dalam kemasan kaleng (10 liter) di kios Pertamax yang berada di 2 titik di Luwu Timur yaitu Sorowako dan Wasuponda yang juga terus menjadi pilihan pengendara.

Peningkatan komsumsi BBM Pertamax Series ini, menurut Hatim, menunjukkan bahwa para pemudik sudah lebih faham manfaat penggunaan BBM yang berkualitas.

"Dengan sosialisasi yang kontinyu, masyarakat sudah semakin cerdas dalam memilih BBM yang membuat usia mesin kendaraan lebih awet," ujarnya.

Lebih lanjut Hatim menjelaskan bahwa, penggunaan Pertamax series seperti, Pertamax Turbo dengan Research Octane Number (RON) 98 dan Pertamax dengan RON 92 untuk kendaraan mesin bensin, cocok untuk perjalanan jauh lantaran memiliki banyak keunggulan yakni mesin menjadi lebih dingin, awet serta lebih efisien karena irit bahan bakar.

"Selain meningkatkan perfoma mesin, yang tak kalah penting adalah lebih ramah lingkungan”, tambahnya. 

Guna meningkatkan kenyamanan dalam bermudik, Hatim juga menyarankan kepada seluruh pengendara yang akan melakukan perjalanan jauh untuk mengisi full tank terlebih dahulu bahan bakarnya di SPBU wilayah keberangkatan untuk kemudian segera mengisi penuh jika kondisi tangki sudah terpakai setengah.

"InsyaAllah mudik akan lebih nyaman dan tiba di kampung halaman dengan selamat," tutupnya.

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Content Writer
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas