Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Pesta Asia 2018

Asian Games 2018

Kesal pada Keputusan Wasit, Luis Milla: Sepakbola Itu Memang Kejam

zoom-in Kesal pada Keputusan Wasit, Luis Milla: Sepakbola Itu Memang Kejam
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Pelatih Tim Nasional Indonesia Luis Milla (kanan) bersama staf pelatih menyanyikan lagu Indonesia Raya sebelum pertandingan melawan Laos dalam lanjutan babak penyisihan Grup A Asian Games 2018 di Stadion Patriot, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (17/8/2018). Timnas Indonesia berhasil mengalahkan Laos dengan skor 3 -0 TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM - Pelatih timnas U-23 Indonesia, Luis Milla, terlihat sangat kesal dengan hasil pertandingan melawan timnas U-23 Uni Emirat Arab (UEA) pada babak 16 besar cabang sepak bola Asian Games 2018 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Jawa Barat, Jumat (24/8/2018). 

Dalam laga tersebut, Hansamu Yama dkk kalah dari UEA melalui babak adu tendangan penalti dengan skor 3-4, setelah sebelumnya bermain imbang 2-2 di waktu 120 menit.

Sosok pelatih asal Spanyol itu tidak kesal terhadap permainan anak-anak asuhnya.

Akan tetapi, Milla sangat kesal pada kepemimpinan wasit Shaun Evans, yang memberikan dua hadiah penalti di waktu normal kepada UEA.

“Bisa dibayangkan perasaan kami hari ini, sedih dan kecewa,” kata Luis Milla saat sesi jumpa pers setelah pertandingan.

“Kami terbawa emosi karena melihat anak-anak sudah bermain dan bekerja keras dengan baik, tetapi harus gugur dalam laga malam ini,” ucap Milla menambahkan.

Menurut Milla, pertandingan sepak bola malam hari ini sangat kejam.

Kendati demikian, ia juga tetap mengucapkan rasa terima kasih kepada semua pendukung yang sudah datang ke Stadion Wibawa Mukti.

“Sepakbola itu memang kejam, tapi saya harap penonton bisa bangga dengan permainan kami,” kata Milla.

“Terima kasih penonton yang sudah datang. Kami minta maaf karena tim ini sudah berusaha yang terbaik,” ucap Milla mengakhiri.

Kekalahan dari UEA sekaligus menutup peluang timnas U-23 Indonesia di Asian Games 2018.

Target yang diusung PSSI dan Pemerintah Indonesia, yakni menembus empat besar, gagal didapatkan skuat Garuda Muda.

© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas