Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pilkada Solo 2020

Pengamat: Bisa Saja Achmad Purnomo Diusung PKS dan Demokrat

Pangi menyebut, bisa saja PKS dan Partai Demokrat dijadikan kendaraan politik Achmad Purnomo untuk bertarung

Pengamat: Bisa Saja Achmad Purnomo Diusung PKS dan Demokrat
TribunSolo.com/Adi Surya Samodra
Wakil Wali Kota Solo, Achmad Purnomo. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Analis Politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago menilai Achmad Purnomo bisa menjadi lawan seimbang bagi Gibran Rakabuming Raka yang diusung PDIP di Pilkada Kota Solo.

Pangi menyebut, bisa saja PKS dan Partai Demokrat dijadikan kendaraan politik Achmad Purnomo untuk bertarung dengan Gibran.

"Bisa saja Acmad Purnomo maju lewat PKS, Demokrat, bisa saja. Kalau kursinya cukup untuk mengusung calon wali kota sendiri kan tidak masalah, artinya nanti ada dua kontestan simulasi pasangannya adalah Gibran-Teguh berkontestasi versus Achmad Purnomo dengan wakilnya mungkin dari PKS, misalnya itu menarik juga," kata Pangi kepada Tribunnews, Selasa (21/7/2020).

Baca: Politikus PDIP Sebut Argumentasi Jokowi Bangun Dinasti Politik Lewat Gibran Tidak Relevan

Pangi berharap Gibran tidak melawan kotak kosong di Pemilihan Wali Kota Solo.

Ia menginginkan ada partai politik yang memberikan perlawanan untuk Gibran di Pilkada Solo yang notabene merupakan lumbung suara PDIP.

"Sehingga demokrasi kita tidak cacat, ada pertarungan yang sengit, walaupun kemudian peluang Gibran tetap lebih besar," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, PDI Perjuangan menyebut membutuhkan waktu lama untuk memutuskan putra Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka maju dalam pemilihan wali kota Solo pada Pilkada 9 Desember 2020.

"Jadi sudah diputuskan melalui pertimbangan yang cukup lama, Mas Gibran dan Teguh Prakoso," ujar Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto saat pengumuman 45 pasangan calon kepala daerah yang diusung PDIP dalam Pilkada 2020, Jakarta, Jumat (17/7/2020). 

Baca: Gibran Jangan Anggap Enteng Kotak Kosong, Berbagai Kemungkinan Sangat Mungkin Terjadi

Menurut Hasto, pemasangan Gibran dengan Teguh juga telah dipertimbangkan secara hitungan politik yang matang dan melihat kondisi di lapangan 

"Jadi kedua-duanya saling memperkuat untuk kepentingan rakyat," papar Hasto. 

Ia menyebut setelah diumumkan secara resmi, maka Gibran dan Teguh diwajibkan mengikuti sekolah calon kepala daerah yang dibentuk PDIP. 

Sekolah tersebut bertujuan memerkuat pemahaman terhadap ideologi Pancasila, kebijakan legislasi dan anggaran, tata pemerintahan yang baik dan bersih. 

Kemudian, program kerakyatan berbasis Trisakti Bung Karno, strategi pemenangan pemilu berbasis gotong royong, komunikasi politik, dan berbagai perspektif kepemimpinan visioner berdasarkan best practices dari kepala daerah PDI Perjuangan. 
 

Penulis: chaerul umam
Editor: Hendra Gunawan
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas