Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Pilkada Serentak 2020

Cegah Pelanggaran Protokol Kesehatan, Tahapan Pilkada Selanjutnya agar Diakses Lewat Telekonferensi

Satu diantaranya yaitu memfasilitasi tahapan Pilkada agar masyarakat bisa mengakses melalui virtual atau telekonferensi.

Cegah Pelanggaran Protokol Kesehatan, Tahapan Pilkada Selanjutnya agar Diakses Lewat Telekonferensi
TRIBUN-TIMUR.COM/FIRKI
Bakal calon bupati dan wakil bupati Bulukumba, H Askar HL-Arum Spink, diarak massa pendukung saat mendaftar ke KPU Bulukumba, Minggu (6/9/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tahapan pendaftaran pasangan calon di Pilkada 2020 pada 4-6 September lalu mendapatkan sorotan karena banyaknya pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan.

Anggota Komisi II DPR RI Guspardi Gaus meminta penyelenggara Pilkada terutama KPU dan Bawaslu untuk mencegah pelanggaran serupa terjadi di tahapan pilkada berikutnya.

Satu diantaranya yaitu memfasilitasi tahapan Pilkada agar masyarakat bisa mengakses melalui virtual atau telekonferensi.

"Tahapan ini masih ada pengesahan calon, pengambilan nomor urut, kampanye. Jadi apa yang perlu dilakukan harus dibatasi," kata Guspardi saat dihubungi Tribunnews, Sabtu (12/9/2020).

Baca: PSI Minta KPU Hapus Larangan Iklan Kampanye di Medsos Agar Pilkada Tak Jadi Kluster Covid-19

"Jadi arak-arakan tidak boleh dilakukan, secara sederhana saja. Oleh karena itu dilakukan akses virtual kalau ada masyarakat yang ingin melihat bagaimana proses pengambilan nomor urut," imbuhnya.

Politikus PAN itu juga meminta KPU dan Bawaslu di daerah mengantisipasi dini dan mengevaluasi kekurangan yang terjadi, sehingga pelanggaran protokol kesehatan marak saat pendaftaran paslon.

Guspardi menekankan pentingnya lintas koordinasi, baik itu dengan satgas covid-19 di daerah maupun dengan aparat penegak hukum.

"Setelah dievaluasi lalu apa langkah-langkah yang harus dilakukan selama menyikapi tahapan-tahapan berikutnya. Kemudian bagaimana melakukan koordinasi lebih awal, kemudian memproyeksikan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi. Jadi jangan dilakukan pembiaran," pungkasnya.

Penulis: chaerul umam
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas