Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pilkada Serentak 2020

Gugatan Pilkada 2020 Melonjak Hampir Dua Kali Lipat Dalam 3 Hari, MK Sudah Terima 87 Permohonan

MK telah menerima 87 permohonan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Pilkada 2020. Jumlah itu melonjak hampir dua kali lipat lebih dibanding pada Jumat.

Gugatan Pilkada 2020 Melonjak Hampir Dua Kali Lipat Dalam 3 Hari, MK Sudah Terima 87 Permohonan
Rizal Bomantama/Tribunnews.com
Juru Bicara Mahkamah Konstitusi, Fajar Laksono 

Meliputi hukum acara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di MK, strategi advokasi dalam PHPU di MK, serta metode persidangan dan pembuktian secara daring dan luring (luar jaringan).

Nantinya KPU RI menjadi koordinator penyiapan jawaban dan penyerahan alat bukti ke MK, dengan tujuan supaya prosesnya berjalan satu pintu.

Baca juga: PDIP Siapkan Tim Saksi Lawan Gugatan Machfud Arifin-Mujiaman ke MK

Sementara soal advokat atau kuasa hukum, akan disiapkan oleh masing - masing KPU daerah yang menyelenggarakan Pilkada.

"Dalam menghadapi PHPU di MK, KPU akan mengkoordinasikan dalam penyiapan jawaban dan penyerahan alat bukti ke MK, supaya dapat berjalan satu pintu dan dapat dikendalikan oleh KPU Pusat," ujarnya.

Hasyim menjelaskan, wilayah yang banyak melakukan gugatan terjadi di Sumatera Utara (Sumut). Di wilayah itu, sudah ada 10 gugatan yang masuk ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Peringkat kedua diikuti Papua Barat dan Maluku Utara. Di dua daerah tersebut, masing-masing sudah ada tujuh gugatan yang masuk ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Urutan ketiga, ada di provinsi Lampung yang sudah mengajukan enam gugatan.

"Gugatan terbanyak lainnya dari Provinsi Papua dan Gorontalo. Masing-masing ada lima gugatan di wilayah tersebut," ujar Hasyim.(Tribun Network/dan/ham/wly)

Ikuti kami di
Editor: Dewi Agustina
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas