Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
7 - 1
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
2 - 2
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
1 - 0
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
5 - 1
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Fahri: Perang Simbolik di Pilpres Akan Berkurang, Tapi. . .

Kandidat ini tidak seperti yang saya duga tidak ada benturan yang terlalu kuat karena secara simbolik

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Fahri: Perang Simbolik di Pilpres Akan Berkurang, Tapi. . .
Twitter/Kolase
Prabowo-Sandiaga dan Jokowi-Maruf Amin 
Memuat video…

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengatakan pemilihan Cawapres yang berada di dua kubu baik itu Joko Widodo maupun Prabowo Subianto di luar dugaan.

Prabowo yang diprediksi akan memilih Cawapres dari kalangan ulama, ternyata tidak melakukannya.

Sebaliknya justru Jokowi malah memilih calon wakilnya dari kalangan ulama yakni Rais Aam PBNU, Ma'ruf Amin.

"Kandidat ini tidak seperti yang saya duga tidak ada benturan yang terlalu kuat karena secara simbolik pak Jokowi ngambil ulama sebagai calon wakil presiden. Sementara pak Prabowo yang diduga akan memakai ulama justru tidak memakai ulama dalam pertarungan ini," kata Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, ( 13/8/2018),

Dengan peta Cawapres di masing-masing kubu tersebut, Fahri memprediksi bahwa perang simbolik dalam Pemilu Presiden 2019 akan berkurang.

"Tapi meskipun perang simboliknya berkurang ya namanya juga pilpres ya tetap akan hangat," ujar Fahri.

Fahri menilai Jokowi lebih berat dalam mengahadapi pertarungan Pilpres nanti. Pasalnya banyak janji yang belum terpenuhi di periode pertamanya. Hal itu akan akan menjadi peluru bagi kubu Prabowo untuk menyerang Jokowi.

Rekomendasi Untuk Anda

"Ada 65 sampai 100 janji bagaimana jawabannya. mulai dari buyback indosat memperbesar Pertamina dan lain lain ada banyak sekali," katanya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas