Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kader Partai Demokrat Merapat ke Kubu Jokowi, Ini Posisinya

Raja Juli Antoni menerangkan, hal yang wajar jika kader Partai Demokrat merapat ke koalisi pemerintah.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Kader Partai Demokrat Merapat ke Kubu Jokowi, Ini Posisinya
Imanuel Nicolas Manafe/Tribunnews.com
Gubernur Papua Lukas Enembe 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Dua kader Partai Demokrat, yakni Ketua DPD PD Papua Lukas Enembe dan mantan Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar, merapat ke kubu Jokowi-Ma'ruf.

Wakil Sekretaris Tim Pemenangan Jokowi-Ma'ruf, Raja Juli Antoni menerangkan, hal yang wajar jika kader Partai Demokrat merapat ke koalisi pemerintah.

"Pertama saya kira pilihan, itu pilihan yang wajar dilakukan oleh kader Partai Demokrat," ujar Raja saat dikonfirmasi wartawan, Senin (10/9/2018).

Raja meyakini, para kader Partai Demokrat yang merapat, karena melihat kinerja dari Presiden Joko Widodo. Apalagi, di kubu Prabowo-Sandiaga, Partai Demokrat tak banyak dilibatkan di posisi-posisi strategis.

"Dan sekarang kan' semua didominasi oleh Gerindra. Calon presiden dan wakil presiden, ketua pemenangan, sekretaris sana bendahara pemenangan katanya juga dari Gerindra. Terus apa peran Demokrat di sana. Dalam konteks ini saya bisa memahami, ini wajar," tutur Raja.

Kubu Jokowi-Ma'ruf mengapresiasi Ketua Umum Partai Demokrat yang mempersilakan kadernya untuk bergabung ke kubu Jokowi-Ma'ruf.

"Kedua kami mengucapkan terima kasih kepada pak SBY yang membuka opsi itu. Tentu pemenangan Pilpres ini melibatkan sebanyaknya orang," tutur Raja.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia meyakini, bergabungnya sejumlah kader Partai Demokrat akan menambah suara Jokowi pada Pemilihan Presiden 2019. Semisal, Deddy Mizwar yang didapuk sebagai juru bicara tim kampanye nasional koalisi Indonesia kerja.

"Pak Deddy Mizwar sudah masuk sebaga jubir," tutur Raja. Selain Deddy Mizwar, ada nama Lukas Enembe yang akan mengisi posisi dewan pembina atau penasehat.

"Mungkin dia akan jadi dewan pembina atau penasehat. Pasti akan dicari tempat yang paling tepat dan pas," tutur Raja.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas