Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Gerindra Klaim #2019GantiPresiden Lebih Laku Dibandingkan #Jokowi2Periode

Permasalahan muncul karena tagar ini mendapat respons positif dari masyarakat, lebih laku dibanding #Jokowi2Periode

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Gerindra Klaim #2019GantiPresiden Lebih Laku Dibandingkan #Jokowi2Periode
Vincentius Jyestha/Tribunnews.com
diskusi capres 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Badan Komunikasi Gerindra, Andre Rosiade, mengklaim #2019GantiPresiden lebih laku dibandingkan dengan #Jokowi2Periode.

Lantaran lebih laku, Andre menilai kubu Jokowi mulai panik. Terutama, kata dia, karena tagar 2019GantiPresiden direspon positif oleh masyarakat.

"Permasalahan muncul karena tagar ini mendapat respons positif dari masyarakat, lebih laku dibanding #Jokowi2Periode atau tagar tetap Jokowi. Sehingga yang katanya surveinya tinggi, parpolnya banyak, mulai panik tagar ini direspons baik di medsos dan berbagai daerah," ujar Andre di Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (12/9/2018).

Kepanikan pemerintah, menurutnya dimunculkan dengan adanya berbagai penolakan terkait aksi deklarasi ataupun aksi massa #2019GantiPresiden di berbagai daerah.

Sehingga aparat kepolisian turut andil melarang adanya aksi-aksi tersebut di daerah. Ia menilai hal ini sebagai ketidaksiapan berdemokrasi.

Padahal bisa saja, jelasnya, yang tidak sepakat dengan aksi itu menggelar aksi serupa dengan tagar berbeda.

Misalkan, #2019GantiPresiden mengadakan aksi pada hari Sabtu. Maka kubu sebelah, kata dia, bisa mengadakan aksi serupa pada hari Minggu-nya.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kalau kita siap demokrasi, misalnya, yang nggak sepakat tagar kalau 2019GantiPresiden dibikin Sabtu, ya silakan Minggu bikin tandingan. Tapi karena kita nggak siap demokrasi, semua cara dilakukan, aksi persekusi, premanisme, dan ada indikasi aparat ikut bermain untuk mendukung penghentian hal ini," kata Andre.

"Ini soal kemampuan kita menerima perbedaan. Mari kita anggap perbedaan ini bunga demokrasi. Tak perlu saling cegah, persekusi, diskriminasi. Begitu juga aparat yang tinggal melokalisir dan tak perlu jadi wasit pemilu," katanya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas