Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

LPI Turut Usulkan Peringati Hari Hoax Nasional Setiap Tanggal 3 Oktober

Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) mengusulkan agar pada tanggal 3 Oktober diperingati sebagai hari hoax Nasional.

Tribun X Baca tanpa iklan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) mengusulkan agar pada tanggal 3 Oktober diperingati sebagai hari hoax Nasional.

Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI), Boni Hargens dan anggota LPI membacakan langsung usulan itu saat diskusi bertema politik kebohongan dan Demokrasi elektoral' di kawasan Setia Budi, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (6/10/3018).

Baca: Duduk Lesehan, Maruf Amin Bersenda Gurau dengan Para Habaib

Usul LPI itu didasari bahwa pada tanggal 3 Oktober, terjadi kasus hoax pernyataan Ratna Sarumpaet yang mengaku mengalami penganiayaan di Bandung.

"PolitiK kebencian bisa meluluhlantakan seIuruh bangunan peradaban kita sebagai bangsa dan masyarakat manusia. Untuk itu, Lembaga Pemilih Indonesia menyarankan, baiklah kita mempertimbangkan '3 oktober' sebagai Hari Hoaks Nasional," kata Boni Hargens yang diikuti oleh para anggota LPI.

Boni menilai, peryataan bohong itu bisa mengancam demokrasi dan peradaban di Indonesia.

Baca: Nikita Sebut Shinta Bachir Ingin Dompleng Nama Besarnya

"Peringatan ini panting sebagai a!arm untuk menyadarkan generasi selanjutnya bahwa hoaks adalah musuh demokrasi dan musuh peradaban umat manusia," jelas Boni.

Dalam kesemapat itu, LPI juga memberikan penghargaan kepada Ratna Surumpaet yang telah membuka kotak pandora drama kebohongan itu.

Rekomendasi Untuk Anda

Ratna diberikan penghargaan ibu hoax Indonesia.

Diketahui, pada tanggal 3 Oktober 2018, Ratna Sarumpaet mengakui dirinya telah berbohong terkait penganiayaan yang dialaminya. Ratna juga menyampaikan bahwa dirinya merupakan pencipta hoax terbaik.

Diketahui, Wasekjen PPP, Ahmad Baidowi mengatakan untuk mencegah peristiwa terulang dan untuk membangun budaya bermedsos yang positif, maka pada tanggal 3 Oktober 2018 saat hari yang sama Ratna mengakui kebohongannya maka PPP mengusulkan untuk ditetapkan sebagai Hari Anti Hoax Nasional.

"Setidaknya pengakuan Ratna sekaligus menyadarkan publik Indonesia bahwa hoax telah menjadi pemicu perpecahan," katanya dalam keterangan tertulisnya, Kamis (4/10/2018).(*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas