Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Pengamat Politik SMRC: Isu BBM Lebih Berpengaruh Dibanding Buzzer Politik

Pengamat Politik SMRC, Saidiman Ahmad, menyebut kehadiran buzzer politik di sosial media tidak berpengaruh besar bagi perpolitikan di Indonesia.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Pengamat Politik SMRC: Isu BBM Lebih Berpengaruh Dibanding Buzzer Politik
Tribunnews.com/ Ilham Rian Pratama
Pengamat Politik SMRC, Saidiman Ahmad, dalam acara diskusi bertema Buzzer Politik di Sosial Media, Efektifkah? di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (12/10/18). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat Politik SMRC, Saidiman Ahmad, menyebut kehadiran buzzer politik di sosial media tidak berpengaruh besar bagi perpolitikan di Indonesia.

Alasannya buzzer masih kalah berpengaruh dari isu lainnya, seperti BBM.

"Misalnya kenaikan BBM itu besar pengaruhnya, kalau buzzer politik tentu masih perdebatan. Apakah medsos jadi sumber kebenaran publik atau tidak itu perdebatan juga. Tapi menurutku media mainstream sangat berperan, seperti televisi, koran, radio, dan internet yang lebih dipercaya dibanding Twitter dan Instagram," ujar Saidiman di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (12/10/2010).

Baca: Presiden Bank Dunia: Indonesia Negara Tangguh

Saidiman menambahkan, kehadiran influencer pun juga tidak terlalu berpengaruh pada politik di media sosial.

Karena informasi di media sosial diproduksi dari media mainstream yang ada di Indonesia.

"Alat ukurnya media mainstream, kalau ada isu yang hanya di medsos tidak ada di mainstream orang kan nggak baca. Jadi media mainstream masih jadi sumber kebenaran buat kita bukan medsos," kata Saidiman.

Baca: Budiman Sudjatmiko Heran Dengan Pernyataan Prabowo

Rekomendasi Untuk Anda

Karena itu, Saidiman pun menyarankan bagi pasangan calon presiden dan wakil presiden beserta tim pemenangannya bila menemukan informasi dari buzzer medsos akan segera cari klarifikasi dan pembandingnya.

"Caranya menurut saya sudah oke sekarang bahkan pemain medsos kalau ada berita mereka cepat-cepat cari pembandingnya apakah ini benar atau tidak yah salah satu sumbernya media mainstream. Mereka nyari apakah hoax atau tidak dan sekarang sudah muncul kesadaran itu. Dan saya kira lama-lama itu akan terus terjadi," tuturnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas