Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

JK Ingatkan Timses Jokowi-Ma'ruf Jangan Terlena Hasil Survei

"Saya ingatkan, jangan terlalu over-optimistis akibat survei (elektabilitas)," kata Kalla dalam pidatonya

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in JK Ingatkan Timses Jokowi-Ma'ruf Jangan Terlena Hasil Survei
Tribunnews.com/Chaerul Umam
Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Jusuf Kalla dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) TKN di Hotel Empire Palace, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (27/10/2018) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Jusuf Kalla mengingatkan kepada timses agar tidak terlena oleh hasil survei beberapa lembaga.

"Saya ingatkan, jangan terlalu over-optimistis akibat survei (elektabilitas)," kata Kalla dalam pidato pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) TKN di Hotel Empire Palace, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (27/10/2018).

Baca: Pemilu Kata Jusuf Kalla: Dikenal Disukai Dipilih

Wapres RI itu mencontohkan dua peristiwa yakni Brexit dan kemenangan Donald Trump pada Pemilu AS 2016.

"90 persen orang Amerika mengatakan bahwa Hillary yang menang. 90 persen orang Inggris bilang Brexit akan kalah. Tapi terjadi sebaliknya, kenapa? pertama, terlalu optimis," ujarnya.

Baca: Ini Alasan Direktur PT Persib Bandung Undur Diri dari Jabatan Komisaris PT Liga Indonesia Baru

"Sementara Trump terus mengkampanyekan kebangkitan Amerika di saat Hillary berbicara ekonomi global dan sebagainya. Trump berbicara kepentingan rakyat Amerika, memagari (perbatasan dengan) Meksiko. Itu menimbulkan semangat internal masyarakat Amerika," sambungnya.

Peristiwa sama pun terjadi yakni Brexit di Inggris tahun 2016, yakni keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit).

Baca: Erick Thohir Tak Mau TKN Jokowi-KH Maruf Ikuti Pengalaman Buruk Mike Tyson

Rekomendasi Untuk Anda

Kalla menyebut, berdasarkan hasil survei, 90 persen masyarakat Inggris berpendapat sebaliknya. Namun rupanya hal itu benar-benar terjadi.

"Kita juga harus tetap bekerja keras. Harus berpendapat, kita ini 50:50. Karena, kalau tidak begitu, anda bekerja tidak terlalu serius karena sudah yakin menang. Akhirnya pemilih itu tidak ke TPS. Kalau cuma satu suara enggak apa-apa, bagaimana kalau 10 juta? 50 juta?," pungkasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas