Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Relawan Pendukung Jokowi di Solo Kritisi Pidato "Tampang Boyolali" Prabowo

Relawan Nusantara Joko Widodo Dua Periode (RNJ2P), mengkritisi pidato Calon Presiden (Capres) nomor urut 2, Prabowo Subianto soal "Tampang Boyolali".

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Fachri Sakti Nugroho
zoom-in Relawan Pendukung Jokowi di Solo Kritisi Pidato
Twitter/@khairulalpacer
Prabowo Subianto 

TRIBUNNEWS.COM - Diah Warih Anjari, Sekjen Relawan Nusantara Joko Widodo Dua Periode (RNJ2P), mengkritisi pidato Calon Presiden (Capres) nomor urut 2, Prabowo Subianto soal "Tampang Boyolali".

Pidato yang mengundang perkara hukum dan aksi protes warga itu dinilai sebagai bentuk kongkret dari politik rasis yang tidak perlu dilakukan seorang capres.

"Sebagai capres tidak seharusnya Pak Prabowo mengadopsi politik rasis, apalagi Indonesia berbeda dengan negara lain, kita punya keberagaman dan perbedaan yang harusnya dihormati," jelasnya kepada wartawan Selasa (6/11/2018) siang.

Meskipun begitu, ia tak menampik jika politik rasis di sejumlah negara terbukti sukses membuat capres menjadi presiden.

Misalnya, Donald Trump berhasil menjadi Presiden Amerika Serikat dengan kampanye rasis saat Pilpres 2016.

Ada juga Jair Bolsonaro yang baru saja memenangkan pemilihan umum Presiden Brasil pada 28 Oktober lalu.

Saat itu Jair selama kampanye sering mengeluarkan pernyataan rasis. 

Rekomendasi Untuk Anda

Ditegaskannya, ironis apabila politik rasis diterapkan di Indonesia yang berbeda dengan Amerika maupun Brasil.

Pasalnya, kata dia, Indonesia merupakan sebuah bangsa yang dibangun dengan darah dan keringat para pahlawan serta ulama. 

BACA HALAMAN SELANJUTNYA >>>

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas