Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Respons Gerindra Sikapi Tudingan Sekjen PDIP Terkait Kotak Suara Kardus

Juru Bicara Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade membantah tudingan sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Respons Gerindra Sikapi Tudingan Sekjen PDIP Terkait Kotak Suara Kardus
Tribunnews.com/Fransiskus Adhiyuda
Andre Rosiade dalam acara Polmark Indonesia di Kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Senin (18/12/2017). 

Laporan Wartawan Tribunnews, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Juru Bicara Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade membantah tudingan sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto bahwa pihaknya mencari-cari masalah untuk menjadi alasan bila kalah dalam Pemilu 2019.

Satu hal yang dipermasalah adalah kotak suara berbahan dasar kardus.

"Kita bukan mencari alasan. Tapi kita mempertanyakan kualitasnya itu (kotak suara) baik atau tidak. Baaimana jika kena air, bagaimana jika banjir, kan Indonesia alamnya beda-beda," ujar Andre saat dihubungi Tribunnews, Minggu, (16/12/2018).

Baca: Respons Sekjen PDIP Sikapi Kotak Suara Kardus

Lagi pula menurut Andre, pihaknya yakin bahwa pasangan Prabowo-Sandi akan menang dalam Pilpres mendatang.

Berdasarkan survei internal, tren keterpilihan Prabowo terus menanjak.
Sebaliknya Jokowi stagnan dan cenderung menurun.

"Kita optimis untuk menang kok. Kita melihat justru kubu sebelah panik, sehingga sering melontarkan tuingan tanpa dasar," katanya.

Baca: 54 Ribu Warga Terkena Dampak Erupsi Gunung Soputan

Rekomendasi Untuk Anda

Anggota Badan Komunikasi Gerindra itu menyebut pernyataan Hasto bahwa Gerindra mencari-cari alasan karena akan kalah tidak berdasar.

Sebaiknya menurut Andre daripada menuding partai lain, Hasto sebaiknya mengurusi kader PDIP yang disinyalir terseret kasus pengrobekan poster SBY di Pekanbaru, Riau.

"Hasto itu sesumbar, lebih baik uruslah kadenrya sendiri daripada sibuk urusan kami. Urus kader yang diduga merusak atribut partai lain, urus kader yang banyak berurusan dengan KPK," katanya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas