Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Silaturahmi ke Ponpes Darul Ulum, Jokowi Beri Pesan soal Kerukunan

Jokowi kemudian menjelaskan mengapa saat ini tidak ada hadiah untuk yang bisa menjawab pertanyaan darinya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Silaturahmi ke Ponpes Darul Ulum, Jokowi Beri Pesan soal Kerukunan
Imanuel Nicolas Manafe/Tribunnews.com
Presiden Joko Widodo 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo atau Jokowi jelang siang ini, Selasa (18/12/2018) bersilaturahmi ke pondok pesantren Darul 'Ulum, Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur.

Jokowi dalam sambutannya menyampaikan pesan kepada masyarakat agar memperkuat kerukunan, terutama di tahun politik saat ini.

"Jangan sampai karena pesta demokrasi, karena pilihan-pilihan yang berbeda tersebut menyebabkan kita tidak rukun. Antarkampung tidak saling sapa gara-gara pilihan bupati. Tapi ini tidak di Jombang. Antartetangga tidak saling omong gara-gara pilihan gubernur. Tapi ini tidak di Jombang," kata Jokowi.

"Ada lagi karena pilihan presiden yang berbeda di satu majelis taklim menjadi juga tidak saling omong, tidak saling sapa. Tapi ini juga tidak di Jombang, di lain tempat," tutur Jokowi.

Di sela acara silaturahmi, Jokowi yang mengenakan sarung, kemeja koko berwarna putih dan peci hitam itu memanggil dua orang santri untuk maju ke depan.

"Ibu-ibu boleh, santri boleh, bapak-bapak juga boleh, tapi saya tunjuk dulu. Baru nanti saya suruh maju," ucap Jokowi.

Pada silaturahmi ini, tampak hadir Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Staf Khusus Presiden Johan Budi Sapto Pribowo dan pimpinan pondok pesantren Darul 'Ulum, KH Ahmad Tamim Romli beserta jajarannya.

Baca: Setya Novanto Prihatin dan Kasihan Ponakannya Divonis Lebih Berat dari Andi Narogong

Rekomendasi Untuk Anda

Ditunjuklah dua orang untuk maju ke depan. Seorang pria bernama Gusti Muh Firdaus dan seorang perempuan bernama Prihantini.

Kepada Prihantini, Jokowi bertanya tiga agama apa saja yang diakui di Indonesia.

Prihantini pun menjawab, "Islam, Kristen, Budha."

Setelah itu, Jokowi bertanya kepada Gusti Muh Firdaus tentang empat suku yang ada di Indonesia.

"Suku Dayak di Kalimantan, suku Jawa, Suku Banjar di Kalimantan dan Suku Madura," kata Gusti menjawab pertanyaan Jokowi.

Keduanya pun hanya mendapat apresiasi dari Jokowi. Padahal, sebelumnya ada hadiah berupa sepeda.

Jokowi kemudian menjelaskan mengapa saat ini tidak ada hadiah untuk yang bisa menjawab pertanyaan darinya.

"Biasanya kami memberi sepeda karena ini tahun politik ini tidak boleh. Aturan KPU tidak boleh. Kalau boleh sudah saya kasih sepeda. Nanti kalau Pilpres (sudah selesai), baru boleh lagi saya ngasih sepeda. Aturan itu harus ditaati," kata Jokowi.

Sebelum mengakhiri silaturahminya, Jokowi berpesan kepada para santri yang hadir agar tetap menjaga Ukhuwah Islamiyah dan Wathoniyah dalam rangka menjaga persatuan dan kesatuan di NKRI.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas