Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Fahri: Presiden Indonesia Sebaiknya Gabungan Soekarno dan Soeharto

Presiden menurutnya harus memiliki kemampuan pidato yang baik seperti Soekarno karena sekarang ini Indonesia sedang mengalami kekacauan naratif.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Fahri: Presiden Indonesia Sebaiknya Gabungan Soekarno dan Soeharto
Tribun Jogja/ Tribun Timur
Kolase Soekarno dan Soeharto 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah berpendapat dengan kondisi sekarang ini Presiden Indonesia ke depan harus memiliki kemampuan seperti Presiden pertama RI Soekarno, dan juga Presiden ke 2, Soeharto.

"Sebetulnya kalau menurut saya dalam sekarang ini presiden Indonesia gabungan dari Soekarno dan Soeharto," kata Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, (21/12/2018).

Presiden menurutnya harus memiliki kemampuan pidato yang baik seperti Soekarno karena sekarang ini Indonesia sedang mengalami kekacauan naratif. Namun, presiden juga harus memiliki kemampuan manajemen yang baik seperti Soeharto.

"Dua duanya harus digabung sekarang ini, saya kira gitu," tuturnya.

Soal polemik apakah Prabowo atau Jokowi yang mirip atau merupakan titisan Soekarno menurut Fahri, tinggal dibandingkan saja. Antara Prabowo dan Jokowi tinggal diukur mana yang lebih mirip baik itu tampilannya maupun pemikirannya.

"Mungkin begini saja, lebih baik di adu aja standarnya bung Karno seperti apa, narasinya ,pidatonya dan sebagainya termasuk soal keluarga, kalau mau diadu gitu ya. kemudian bandingkan dengan pak Jokowi pidatonya, posturnya dan lain lain lah, adu aja," pungkasnya.

Baca: Pemkot Blitar Segera Cabut Izin Operasional Karaoke Maxi Brillian

Sebelumnya Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional ( BPN) Prabowo-Sandi, Priyo Budi Santoso menilai Prabowo merupakan titisan Soekarno. Gaya Prabowo dalam berpidato mirip dengan sang proklamator.

Rekomendasi Untuk Anda

Hal itu kemudian dianggap klaim sepihak oleh kubu Jokowi. Ketua DPP PDIP Trimedya Pandjaitan menilai gaya pidato Soekarno dan Prabowo sangatlah berbeda.

Perbedaan tersebut juga terletak pada jiwa dan pemikiran keduanya. Soekarno merupakan sosok yang optimistik sementara Prabowo kebalikannya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas