Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pilpres 2019

Politikus PKS: Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi Jangan Hanya Menjawab Normatif Saat Debat

Mardani Ali Sera tidak mempersoalkan kisi-kisi materi pertanyaan debat diberikan kepada pasangan calon presiden dan wakil presiden pada 17 Januari.

Politikus PKS: Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi Jangan Hanya Menjawab Normatif Saat Debat
Tribunnews.com/ Chaerul Umam
Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa, (20/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Elite Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera tidak mempersoalkan kisi-kisi materi pertanyaan debat diberikan kepada pasangan calon presiden dan wakil presiden pada 17 Januari mendatang.

Hanya saja, inisiator #2019GantiPresiden itu tetap berharap Komisi Pemilihan Umum (KPU) berani melakukan pendalaman tema dalam debat Pilpres 2019.

Baca: Maruf Amin Dorong Undang-Undang Pesantren Secepatnya Disahkan

Dengan begitu menurutnya, baik pasangan calon 01 Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin dan pasangan calon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tidak memberikan jawaban normatif saat debat berlangsung.

"KPU mesti berani memaksa para calon untuk membahas Programnya dengan detail dan terukur agar publik bisa menilai dengan jelas," ujar mantan Ketua tim sukses Anies Baswedan-Sandiaga Uno di Pilgub DKI Jakarta ini kepada Tribunnews.com, Senin (7/1/2019).

Baca: Jokowi: Anggaran Edukasi dan Mitigasi Bencana Alam Telah ditingkatkan

Ia mencontohkan pertanyaan bagaimana cara memberantas korupsi dan apa aksinya untuk kedua pasangan calon.

Termasuk, bagaiman kedua pasangan calon bisa memberikan langkah yang akan diambil untuk membuat kepala daerah tidak korupsi dan lainnya bila menjadi presiden nanti.

Selain itu, dia berharap KPU memberikan waktu dan ruang seluas-luasnya bagi moderator mendalami pertanyaan mengenai tema debat hingga jelas.

"Tidak boleh ada ewuh pakewuh. Karena inilah momen para capres dan cawapres mempertanggung-jawabkan kapasitas dan integritasnya pada pubik. Jangan cuma menjawab secara normatif," jelasnya.

Komisioner KPU RI, Pramono Ubaid Tanthowi, mengatakan melalui cara pemberian pertanyaan, pihaknya menginginkan agar pelaksanaan debat lebih mengeksplorasi gagasan dari peserta Pilpres 2019.

Baca: Respons Kubu Jokowi Sikapi Pernyataan Sandiaga Soal Turunnya Kepercayaan Masyarakat Terhadap KPU

"Kami ingin mengarahkan diskusi di ruang publik mengarah ke diskusi soal program visi-misi. Jadi bukan lagi soal sontoloyo, genderuwo, itu tidak penting," kata dia, ditemui di kantor KPU RI, Senin (7/1/2019).

Untuk mekanisme debat kandidat, dia mengaku, sudah berdiskusi dengan timses masing-masing pasangan capres-cawapres. Dia menegaskan, pasangan capres-cawapres wajib hadir di acara penyampaian debat.

"Kalau ada debat kandidat peserta debat kandidat mengatakan saya tidak mau datang diwakili timses oh itu tidak bisa harus datang kalau debat kandidat," kata dia.

Dia berharap setelah pelaksanaan debat pada tanggal 17 Januari diskusi di ruang publik semakin mengarah mendiskusikan program membangun negara selama lima tahun mendatang.

"Dengan format, kami ingin ke sana," jelasnya.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Adi Suhendi
  Loading comments...

Berita Terkait :#Pilpres 2019

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas