Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

TKN: Mekanisme Penyampaian Visi-Misi dan Debat Disepakati Kubu Prabowo

Sehingga menurutnya keputusan KPU yang mengirimkan 'bocoran' daftar pertanyan kepada pasangan calon sepekan sebelum debat tidak dipermasalahkan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in TKN: Mekanisme Penyampaian Visi-Misi dan Debat Disepakati Kubu Prabowo
Tribunnews.com
Ketua DPP Partai Golkar bidang Media dan Penggalangan Opini Ace Hasan Syadzily kecam keras adanya indikasi perdagangan perempuan ke China. Pernyataan ini diutarakan Ace, di ruangannya di lantai 12, Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (20/9/2018). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Juru Bicara Tim Kampanye Nasional ( TKN) Ace Hasan Syadzily mengatakan bahwa mekanisme proses penyampaian visi-misi serta debat merupakan kesepakatan antara pihaknya dengan Badan Pemenangan Nasional ( BPN) Prabowo-Sandi.

Sehingga menurutnya keputusan KPU yang mengirimkan 'bocoran' daftar pertanyan kepada pasangan calon sepekan sebelum debat tidak dipermasalahkan.

"Pertama perlu saya luruskan bahwa metode mekanisme dan penyampaian visi dan misi itu adalah hasil kesepakatan antara kubu kami, kubu sebelah dan KPU. Jadi seharusnya tidak di persoalkan, kenapa? karena itu kesepakatan bersama," ujar Ace di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, (7/1/2019).

Oleh karena itu menurut Ace dengan dipemasalahknnya keputusan yang sudah disepakati bersama menunjukan adanya niatan yang tidak baik dari BPN Prabowo-Sandi.

"Menyepakati di dalam forum rapat untuk menentukan metode dan mekanisme debat tetapi di luaran berbeda," katanya.

Baca: Debat Capres dan Cawapres Kok Kalah dengan Pemilihan Putri Indonesia atau Miss Universe

Selain itu menurutnya dengan mempermasalahkan keputusan bersama tersebut, menunjukan bahwa antara delegasi BPN di KPU dengan tim sukses tidak sinkron dan solid. Karena seharusnya sikap perwakilan BPN saat rapat mengenai mekanisme debat dengan KPU sudah diketahui tim BPN Prabowo-Sandi.

"Itu menunjukan bahwa memang antara tim sukses mereka itu tidak sinkron, tidak ada koordinasi, tidak memiliki sinergitas. karena apa yang diputuskan oleh KPU tentang mekanisme debat itu sudah disepakati bersama," pungkasnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional ( BPN) Prabowo-Sandi, Ahmad Muzani menilai debat antara pasangan Capres-Cawapres di Pemilu Presiden 2019 seharusnya bertujuan untuk menggali visi-misi serta program yang diusung.

"Debat calon presiden dan calon wakil presiden itu adalah bagian dari upaya kita untuk menggali lebih dalam tentang visi dan misi calon presiden dan calon wakil presiden. dari satu masalah ke masalah lain," ujar Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, (7/1/2019).

Debat juga menurut Muzani bertujuan untuk mengetahui bagaimana pasangan Capres-Cawapres menjawab pertanyaan yang dilontarkan. Oleh karena itu menurut Muzani seharusnya pertanyaan terbuka dalam debat tidak dibocorkan kepada pasangan calon.

"Nah cara menjawab ekpresi menjawab ekspresi yang dipilih atau kata yang dipilih dalam menjawab itu akan menjadi sebuah ukuran bagi seorang rakyat untuk menentukan apakah ini akan layak menjadi pemimpin bangsa dengan 250 juta penduduk atau tidak," katanya.

Untuk diketahui KPU memberikan daftar pertanyaan yang akan ditanyakan oleh panelis kepada pasangan calon seminggi sebelum debat perdana berlangsung. Kebijakan KPU tersebut menuai Pro kontra dari dua kubu yang menjadi peserta di Pilpres 2019.

"Karena itu mestinya KPU memggunakan debat ini sebagai sebuah cara untuk menggali lebih dalam tentang visi misi dan pemaparan dari seorang presiden dan wakil presiden, tidak dengan cara membocorkan satu pertanyaan," pungkasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas