Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pilpres 2019

Kubu Jokowi Sebut Presiden Harus Pengalaman, BPN Prabowo-Sandi Singgung Era Orde Baru

Ade Irfan Pulungan mengaku tidak khawatir jika kubu Prabowo-Sandi mendirikan posko di kantung-kantung suara milik petahana.

Kubu Jokowi Sebut Presiden Harus Pengalaman, BPN Prabowo-Sandi Singgung Era Orde Baru
Tribunnews.com/ Danang Triatmojo
Direktur Hukum TKN, Ade Irvan Pulungan (kedua dari kanan) dalam diskusi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (13/1/2019). 

Laporan wartawan tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Hukum dan Advokasi Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Ade Irfan Pulungan mengaku tidak khawatir jika kubu Prabowo-Sandi mendirikan posko di kantung-kantung suara milik petahana.

Dia menilai masyarakat saat ini sudah cerdas dalam menentukan pilihannya.

Mereka juga mampu membedakan mana yang hanya mengumbar janji, mana yang memberikan ketakutan bagi masyarakat, serta mana yang belum punya pengalaman mengurus negeri.

Baca: Cerita Ammar Zoni Mempersiapkan Moment Termanis Ketika Melamar Kekasih

"Masyarakat ini sekarang sudah cerdas kok memberikan kepastian di masyarakat tentang kebutuhan masyarakat, mana yang mau memberikan janji-janji, mana yang memberikan ketakutan bagi masyarakat, mana sudah memberikan pengalaman dengan mana yang belum berpengalaman mengelola mengurus negara ini," kata Ade di kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (13/1/2019).

Ade menegaskan negara sebesar Indonesia dengan 17 ribu pulaunya, 200 juta penduduk, beragam suku dan budaya, tidak bisa diurusseseorang yang hanya punya keinginan.

Baca: Sebulan Huni Lapas, Bupati Nonaktif Lampung Selatan Disebut Belum 100 Persen Terima

Melainkan harus dari mereka yang punya pengalaman mengelola pemerintahan dan birokrasinya.

"Mengurus negara ini dari Sabang-Merauke, 17 ribu lebih pulau, 200 juta penduduk harus diurus dengan orang yang punya niat dan kemampuan. Punya pengalaman dalam pemerintahan dan birokrasi," katanya.

Baca: Eks Muncikari Robby Abbas Bongkar Artis Ternama Hamil Saat Terlibat Prostitusi, Ini Kesaksiannya

Sementara itu, Juru Bicara Direktorat Advokasi BPN Prabowo-Sandi Habiburokhman menilai, pernyataan bahwa mereka yang berkeinginan menjadi presiden diharuskan punya pengalaman pada posisi tersebut, sama saja kembali ke zaman Orde Baru.

Habiburokhman menyebut, kala itu Presiden ke-2 Soeharto meminta suksesornya harus memiliki syarat "pernah jadi Presiden".

Padahal satu-satunya orang yang pernah menjadi presiden kala itu hanyalah Soekarno.

Baca: Menarik, Pelatih Anyar Persija, Persib, Arema FC, Borneo FC, dan Madura United Punya Kesamaan

Lebih jauh Habiburokhman mengatakan bila syarat tersebut diberlakukan, maka saat ini Indonesia telah kehabisan stok mantan Presiden.

"Ya susah, kita kembali ke Orde Baru kan. Kan pak Harto 'dicari Presiden baru, syaratnya sudah pernah jadi Presiden'. Waktu itu Bung Karno sudah meninggal, berarti tidak ingin ada suksesi. Kalau sekarang dicari yang sudah berpengalaman ya nggak ada stoknya kita," jelasnya.

Politikus Gerindra itu menyebut, pengalaman capres 02 Prabowo Subianto dengan latar belakang militer yang dimilikinya disebut sangat penting dalam memimpin negara ini ke depan.

"Level di bawahnya kan sebagai pimpinan di militer itu jelas pengalaman yang penting sekali," kata Habiburokhman.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Adi Suhendi
  Loading comments...

Berita Terkait :#Pilpres 2019

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas