Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kubu Prabowo-Sandi akan Soroti Proses Penegakan Hukum

Menurut Nasir muncul persepsi sekarang ini bahwa hukum hanya tegak kepada kubu Prabowo saja. Sedangkan tumpul bila menyeret orang-orang di kubu Jokowi

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Kubu Prabowo-Sandi akan Soroti Proses Penegakan Hukum
Tribunnews.com/ Rizal Bomantama
Anggota DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Nasir Djamil di markas pemenangan Prabowo-Sandi di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (7/1/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Juru Debat Prabowo-Sandi, Nasir Djamil mengatakan bahwa pihaknya akan mengulas masalah hukum secara komprehensif dalam debat perdana Kamis malam nanti, (17/1/2019).

Mulai dari aparat, regulasi, dan sarana. Selain itu menurutnya, secara khusus Prabowo-Sandi juga akan menyoroti masalah penegakkan hukumnya.

Pasalnya menurut Politikus PKS itu, penegakkan hukum di Indoensia sekarang ini dinilai tidak efektif dan tidak fair.

"Karena ada persepsi yang dibangun dan persepsi itu juga karena adanya kejadian-kejadian yang kemudian itu masyarakat memberikan satu kesimpulan bahwa hukum yang sedang berjalan pertama tidak efektif yang kedua dinilai tidak fair ya. Sehingga kemudian ada kesan ada istilah sebenarnya upaya untuk melakukan kriminalisasi terhadap orang-orang," ujar Nasir di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis, (17/1/2019).

Menurut Nasir muncul persepsi sekarang ini bahwa hukum hanya tegak kepada kubu Prabowo saja. Sedangkan tumpul bila menyeret orang-orang di kubu Jokowi.

Baca: Beri Kesaksian di Persidangan, Mantan Ketua PN Medan Ungkap Pernah Terima Kamar Hotel

"Sementara ada orang-orang yang selama ini dikenal dekat dengan Jokowi tapi justru hukum tidak ditegakkan. Katakanlah misalnya Abu Janda, Guntur Romli dan beberapa nama yang selama ini memang sering, kemudian memberikan pendapat-pendapat yang itu juga sebenarnya bisa masuk dalam delik hukum," katanya.

Nasir berharap debat tentang masalah huum tersebut dapat memberikan pencerahan kepada masyarakat sebelum menentukan pilahan pada Pilpres mendatang. Masyarakat menjadi paham pasangan calon mana yang akan membawa hukum di Indoensia lebih efektif dan adil.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas