Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

HNW Nilai Penyelenggaraan Debat 2014 Lebih Baik Ketimbang 2019

Hidayat bahkan menilai penyelenggaraan debat 2014 lebih baik ketimbang debat perdana Pemilu Presiden 2019.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in HNW Nilai Penyelenggaraan Debat 2014 Lebih Baik Ketimbang 2019
Warta Kota/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Pasangan Capres-Cawapres 01 Joko Widodo dan Maaruf Amien, serta Capres-Cawapres 02 Praowo Subianto dan Sandiaga Uno, berfoto bersama Ketua KPU Arief Budiman saat akan dimulainya Debat Perdana Capres dan Cawapres di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (17/1/2019). Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Dewan Penasehat Badan Pemenangan Nasional ( BPN) Prabowo-Sandi, Hidayat Nur Wahid menilai bahwa dalam debat perdana semalam gagasan para Capres dan Cawapres tidak tereksplorasi engan baik. Hal itu karena KPU memberikan kisi-kisi pertanyaan kepada pasangan calon.

"Secara umum ya, saya sampaikan bahwa debat tadi malam itu mengonfirmasi ketidaksetujuan publik tentang cara KPU menyelenggarakan debat capres. sejak dulu kan kita sudah kritisi. jangan ada kisi kisi, jangan ada pembocoran soal, ternyata semuanya dalam tanda kutip kecewa," ujar Hidayat di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Jumat, (18/1/2019).

Hidayat bahkan menilai penyelenggaraan debat 2014 lebih baik ketimbang debat perdana Pemilu Presiden 2019. Tidak ada bocoran soal sehingga Paslon dapat mengeksplorasi gagasannya.

"Saya berharap debat berikutnya KPU mengoreksi dan tidak lagi melaksanakan debat dengan cara seperti tadi malam. moderator ya jadi moderator saja. tidak perlu moderator yg bacakan pertanyaan. biarlah seperti yang dulu, ada moderator, tapi ada panelis yang bertanya kepada kandidat sehingga kemudian bisa dieksplorasi kualitas dan kemampuan tiap kandidat seperti apa," katanya.

Baca: Bentrok Pedagang dan Satpol PP, Polisi Tetapkan Dua Tersangka

Menurut Wakil Ketua Dewan Syuro PKS itu, masyarakat mengkritisi jawaban dari pasangan calon terhadap sejumlah pertanyaan tentang Hukum, HAM, Terorisme, dan korupsi. Karena masih ada calon yang melihat catatan padahal sudah diberi kisi-kisi.

"Bahkan sudah diberi kisi kisi sebelumnya pun ternyata ya banyak warga yang mengkritisi kok jawabnya masih pakai melihat catatan. ini kan menghadirkan dalam tanda kutip deligitimasi terhadap kebijakan KPU sendiri," pungkasnya.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas