Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Fadli Zon: Tidak Boleh ada Kertas di Podium Debat

ia berharap selain tidak adanya kisi-kisi pertanyaan, KPU juga melarang adanya kertas di atas podium debat.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Fadli Zon: Tidak Boleh ada Kertas di Podium Debat
Chaerul Umam/Tribunnews.com
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional ( BPN) Prabowo-Sandi, Fadli Zon mengatakan bahwa masyarakat menginginkan adanya pemikiran yang otentik dalam debat Pemilu Presiden 2019.

Oleh karena itu, ia berharap selain tidak adanya kisi-kisi pertanyaan, KPU juga melarang adanya kertas di atas podium debat.

"Masukan saya harusnya, sudahlah saya kira masyarakat ingin melihat pemikiran pemikiran yang otentik dari kandidat karena itu engga boleh, engga usah lagi ada kisi-kisi dan juga kalau bisa ditempat podium itu tidak boleh ada kertas gitu jadi kertasnya kertas kosong saja yang disediakan KPU," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, (21/1/2019).

Dengan seperti itu maka rakyat bisa menilai pemikiran pasangan calon presiden dan wakil presiden terhadap sejumlah permasalahan yang diajukan dalam debat.

Karena kata Fadli bila melihat debat perdana, maka masyarakat menilai program-program yang disampaikan pasangan Capres-Cawapres, seperti buatan konsultan politik.

"Jadi saya pikir biasa itu sehingga kita ingin melihat pemikiran yang otentik apa sih yang sebetulnya dipikirkan supaya rakyat bisa menilai, dan bisa tahu ini loh program-programnya, ini loh visi misinya bukan visi misi ataupun program yang dibuatkan oleh konsultan," katanya.

Baca: Pemilu di Jakarta Rawan Caleg Hantu, Masyarakat Diminta Cermat Memilih

Sebelumnya Komisi Pemilihan Umum ( KPU) memutuskan tidak akan ada pemberian kisi-kisi pertanyaan kepada pasangan calon pada debat ke 2, 17 Februari mendatang.

Rekomendasi Untuk Anda

Keputusan tersebut diambil setelah KPU melakukan evalausi pada debat pertama yang dinilai belum memenuhi harapan publik‎.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas