Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Mbah Moen Salah Sebut, Amien Rais: Sengaja oleh Malaikat

Amien memang tidak menyebut secara spesifik nama presiden, negara, kiai dan pesantren yang ia maksud.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Mbah Moen Salah Sebut, Amien Rais: Sengaja oleh Malaikat
Rizal Bomantama/Tribunnews.com
Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais saat menjadi pembicara dalam diskusi “Jokowi Raja Impor” di Kantor Seknas Prabowo-Sandi di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (29/1/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Dewan Pembina Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Amien Rais, menyinggung peristiwa seorang kiai di pesantren yang salah mendoakan presiden petahana, meski tanpa menyebut nama secara langsung. 

Pernyataan Amien dilontarkan saat memberikan sambutan di acara Jalan Sehat bersama relawan Roemah Djoeang, Sabtu (2/2/2019) di kawasan Monas, Jakarta Pusat.

"Jadi, di atas kemauan manusia itu ada mutlak pasti terjadi yaitu dari Allah SWT. Kemarin ada seorang presiden petahana di sebuah negara antah berantah, datang ke sebuah pesantren antah berantah," kata Amien.

"Kemudian bapak kiai yang sudah sepuh itu diminta memohon doa. Sengaja oleh malaikat dimasukkan ke lisan kiai yang sangat alim tadi, ternyata menyebut nama lain. Ini pertanda dari langit insyaAllah."

Amien memang tidak menyebut secara spesifik nama presiden, negara, kiai dan pesantren yang ia maksud.

Namun pernyataan Amien diucapkan hanya berselang satu hari dari pertemuan Presiden Joko "Jokowi" Widodo dengan Kiai Maimun Zubair (Mbah Moen) di Pondok Pesantren Al-Anwar, Rembang, Jawa Tengah.

Saat berdoa sebagai penutup, alih-alih menyebut nama Jokowi, Mbah Moen mendoakan Prabowo menggunakan bahasa Arab. Doa tersebut terekam dalam bentuk video dan beredar di dunia maya.

Baca: Melihat Kisah Lain Dari Amir Hamzah Lewat Pementasan Teater Nyanyi Sunyi Revolusi

Rekomendasi Untuk Anda

Setelah berdoa, ketua Partai Persatuan Pembangunan Muhammad Romahurmuziy (Romi) menghampiri Maimun. Kemudian Maimun kembali berdoa dengan menyebut Jokowi.

Bukan hanya membahas presiden petahana, Amien juga membahas menteri yang mengumpulkan pegawainya untuk memilih segel nomor 1 atau 2. Ia tetap tidak secara rinci menyebut nama, tapi kisahnya serupa dengan insiden Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara,

"Ada seorang menteri negara, mencoba mengumpulkan semua karyawannya pura-pura membuat segel pilih satu atau dua, semua pilih dua. Ini negara antah berantah saya nggak sebut nama jadi gak kena pinalti insyallah. Lagi-lagi ini sebuah indikasi dari Allah," kata Amien.

Amien melanjutkan, "Disebuah negeri antah berantah sebuah musibah selalu berganti tidak henti hentinya, itu tandanya alam saja sudah tidak tahan. Jadi hanya itu gak boleh kampanye."

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas