Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pilpres 2019

Kata TKN soal Penyebab Elektabilitas Prabowo Stagnan, Sementara Jokowi Panen Dukungan

"Pak Jokowi tancap gas dan panen dukungan. Tapi, BPN justru sibuk nyinyir dan bikin melodrama," ujar Ace Hasan Syadzily

Kata TKN soal Penyebab Elektabilitas Prabowo Stagnan, Sementara Jokowi Panen Dukungan
Tribunnews.com
Ketua DPP Partai Golkar bidang Media dan Penggalangan Opini Ace Hasan Syadzily kecam keras adanya indikasi perdagangan perempuan ke China. Pernyataan ini diutarakan Ace, di ruangannya di lantai 12, Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (20/9/2018). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi - Maruf Amin sebut Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo - Sandi sibuk membahas hal yang tak substansial.

Di sisi lain, Juru Bicara TKN, Ace Hasan Syadzily mengatakan saat ini pasangan calon presiden nomor urut 01 Jokowi - Maruf Amin tengah panen dukungan dari pelbagai pihak.

Baca: Diberi Gelar Cak Jancuk, Gerindra: Jokowi Itu Capres Bukan Calon Preman

"Pak Jokowi tancap gas dan panen dukungan. Tapi, BPN justru sibuk nyinyir dan bikin melodrama," ujar Ace melalui keterangan tertulisnya, Selasa (5/2/2019).

Ace Hasan Syadzily berpandangan elektabilitas yang stagnan membuat BPN Prabowo - Sandi seperti kehabisan akal.

Hingga, muncul dua hal yang tidak mencerdaskan masyarakat. Pertama, nyinyir pada semua hal yang dilakukan oleh calon petahana Jokowi.

"Fadli Zon sampai membahas soal Jancuk. Bukan hanya itu, sibuk bikin puisi soal slip of the tounge Mbah Maimun Zubair, Pak Jokowi dipatil lele saja dinyinyiri. Lihat juga misalnya, Jan Ethes saja, cucu Pak Jokowi, dinyinyiri," imbuh Ace Hasan Syadzily.

Yang kedua, ucap Ace Hasan Syadzily, kubu Prabowo - Sandi tengah memainkan melodrama untuk menarik perhatian pemilih. Yakni, dengan memanfaatkan penahanan Ahmad Dani dan Buni Yani.

"Model seperti ini dilakukan saat kunjungan 1.000 titik sandiwara. Inti permainan melodrama adalah permainan peran sebagai korban ketiadakadilan, dizalimi. Permainan yang lain adalah mendramatisasi suasana sedang terpuruk, krisis dan juga sedang dijajah asing," tutur Ace.

Baca: Jokowi Ofensif Untuk Serang Balik Narasi Pesimis

Cara-cara semacam itu, menurut Ace Hasan Syadzily, tidak mendidik masyarakat. Sebab, tak ada ide, gagasan dan konsep untuk pembangunan Indonesia yang ditawarkan.

"Itulah sebabnya mengapa elektabilitas Prabowo stagnan," tutur Ace Hasan Syadzily.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Dennis Destryawan
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
  Loading comments...

Berita Terkait :#Pilpres 2019

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas