Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Jokowi: Saya Bukan Diktator, Saya Bukan Pelanggar HAM

Presiden Joko Widodo menyatakan dirinya bukanlah seorang diktator maupun pelanggaran HAM.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Jokowi: Saya Bukan Diktator, Saya Bukan Pelanggar HAM
Tribunnews.com/Theresia Felisiani
Presiden Jokowi didaulat bak koordinator aksi demo ketika menghadiri deklarasi dukungan dari Alumni Universitas Trisaksi di Hall Basket Gerora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (9/2/2019). TRIBUNNEWS.COM/THERESIA FELISIANI 

Laporan Wartawan Tribunnews.com Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Jokowi didaulat bak koordinator aksi demo ketika menghadiri deklarasi dukungan dari Alumni Universitas Trisaksi di Hall Basket Gerora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (9/2/2019).

‎Usai pembacaan deklarasi, panitia memberikan jaket biru tanpa lengan bertuliskan 'Suara Reformasi'.

Kemudian Jokowi disodorkan toa warna merah bertuliskan 'Jaga NKRI'.

Tanpa pikir panjang, Jokowi langsung mengambil alih toa tersebut.

"Saya bukan diktator. Saya bukan pelanggar HAM. Saya tidak memiliki beban luka masa lalu," teriak ‎Jokowi dengan lantang.

Sontak satu ruangan langsung bergemuruh, bersorak sorai mendengar pernyataan Jokowi terkait gaya kepemimpinannnya.

Baca: Jokowi Sering Diprotes Kaesang: Pak, Bukan Pisang Goreng Tapi Pisang Nugget Goreng

Rekomendasi Untuk Anda

Diketahui Kampus Trisaksi dikenal sering kali turun ke jalan melakukan aksi demo hingga menjadi pelopor reformasi 1998 yang menuntut keras adanya perubahaan.

Peristiwa-peristiwa kelam masa lalu yang juga mengakibatkan mahasiswa Trisaksi meninggal dunia, kerap dikaitkan dengan keterlibatan calon presiden lainnya.

Jokowi kemudian mengembalikan toanya kepada panitia. Dia memilih memberikan sambutan seperti biasanya, berdiri santai dengan mikrofon.

Dalam sambutan, Jokowi menekankan perlunya pengalaman dalam memimpin sebuah negara.

Dia juga menyinggung soal kesabarannya selama empat tahun terakhir saat dituding sebagai antek asing, PKI, kriminalisasi ulama dan lain sebagainya.

Sepanjang sambutan, Jokowi memilih berpindah-pindah posisi agar ratusan alumni Trisaksi yang hadir bisa melihat wajahnya dengan jelas.

Alhasil aksi Jokowi ini disambut meriah oleh para alumni.

"Sebentar saya pindah posisi dulu biar semua kebagian," kata Jokowi.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas