Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Jelang Debat Kedua, TKN Akui Posisi Jokowi Sulit

Jelang debat kedua pada 17 Februari 2019 mendatang, diakui Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin, calon pertahana berada di masa sulit.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Jelang Debat Kedua, TKN Akui Posisi Jokowi Sulit
Tribunnews.com/Rina Ayu
Anggota TKN Taufik Basari di sebuah diskusi di bilangan Veteran, Jakarta Pusat, Rabu (13/2/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Jelang debat kedua pada 17 Februari 2019 mendatang, diakui Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin, calon pertahana berada dimasa sulit.

Hal itu diterangkan, Anggota TKN Taufik Basari di sebuah diskusi di bilangan Veteran, Jakarta Pusat, Rabu (13/2/2019).

Taufik mengatakan, posisi Jokowi yang berada dipemerintahan menjadi obyek empuk untuk dikritik dan diserang dalam debat kedua yang bertema energi, pangan, sumber daya alam, dan lingkungan hidup.

"Secara politis posisi pertahana itu pasti dalam isu pangan, energi, dan infrastruktur itu dalam posisi dikritik dan diserang dan sebagai pihak yang menjadi obyek," kata Taufik.

Baca: 7 Lagu Romantis BTS yang Cocok Didengarkan saat Hari Valentine, Lengkap Beserta Lirik

Sementara ujarnya, kubu Prabowo - Sandi yang menjadi penantang, belum memiliki rekam jejak pemerintahan sehingga bisa leluasa mengkritik calon pertahana.

"Di sisi pertahana sendiri agak sulit untuk melakukan kritik terhadap subyek penantang (Tim #02) karena belum pernah memerintah. Sehingga rekam jejak apakah sudah berhasil apa belum tidak ada recordnya," kata dia.

Rekomendasi Untuk Anda

Meski demikian, dirinya mengatakan, Tim Jokowi-Maruf telah siap menghadapi serangan dan kritikan kubu lawan.

Lebih lanjut, ia menambahkan, ada baiknya dan cenderung lebih adil, jika dalam debat kedua juga dipertanyakan kepada kubu Prabowo terkait klaim-klaim program di masa mendatang, apakah dapat program itu dapat direalisasikan.

"Itu tidak papa, kita sudah siap dengan seperti itu. Agar lebih fair dari segi politisnya bisa dipertanyakan kepada penantang, apakah misalnya ketika klaim-klaim apakah bisa memperbaiki itu bisa kita percaya, bisa kita serahkan atau kita yakini bahwa itu bisa, atau sekadar bluffing-bluffing sementara," tutur dia.

Nantinya, debat kedua akan dilaksanakan pada 17 Februari 2019 di Hotel Sultan, Senayan.

Debat kedua ini hanya diikuti oleh calon presiden.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas