Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

BPN Prabowo-Sandi Usul Suporter yang Berada di Ruang Debat Cukup 30 Orang

Direktur Materi dan Debat BPN Prabowo-Sandi, Sudirman Said mengatakan pihaknya telah mengusulkan agar suporter debat dikurangi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Adi Suhendi
zoom-in BPN Prabowo-Sandi Usul Suporter yang Berada di Ruang Debat Cukup 30 Orang
TRIBUNNEWS/TAUFIK ISMAIL
Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan nasional, Prabowo-Sandi, Sudirman Said 

Laporan Wartawan Tribunnews, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional ( BPN) Prabowo-Sandi, Sudirman Said mengatakan pihaknya telah mengusulkan agar suporter debat dikurangi.

Alasannya jumlah suporter yang masuk ke ruang debat terlalu banyak dan membuat gaduh.

"Jumlah yang hadir yang tidak tertib yang kemarin sudah dibicarakan terutama dari Paslon nol satu itu bukan hanya mengganggu suasana di dalam tapi juga suasana di televisi yang menjadi hak masyarakat," kata Sudirman di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu, (20/2/2019).

Baca: Pernyataan Terbaru Jokowi soal Tanah Prabowo: Apa Saya Pernah Bilang itu Masalah? Enggak kok

Sudirman tidak menampik usulan tersebut terkait dengan persitiwa kericuhan pada debat ke dua, saat BPN memprotes pernyataan Jokowi soal HGU Prabowo.

Kericuhan tersebut dapat menggangu masyarakat yang menonton debat, karena moderator harus beberapa kali menginterupsi.

"Jadi kalau usulan kita yaitu sudah disederhanakan sudah dihemat, kemudian address kita lebih kepada publik yang di luar (nonton) lewat saluran televisi," katanya.

Baca: Kebakaran Terjadi di Pasar Anyar Tangerang, 8 Unit Bangunan Hangus Terbakar

Rekomendasi Untuk Anda

Sudirman mengatakan pihaknya mengusulkan hanya 30 orang saja suporter yang masuk ke ruang debat.

Termasuk para menteri bila diundang KPU.

"30 orang masing-masing pasangan dan KPU tidak perlu ngundang banyak-banyak orang yang menimbulkan prasangka, kan yang diundang para menteri-menteri kemudian akhirnya seolah-olah menteri mendukung 01 padahal belum tentu kan. Menteri kan pejabat negara yang netral," katanya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas