Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

PKS Minta Pidato AHY Jangan Ditafsirkan Macam-macam

Jangan ditafsirkan kemana-mana kasian ibunya lagi sakit dipelintir ditafsirkan yang diluar konteks yang beliau inginkan

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in PKS Minta Pidato AHY Jangan Ditafsirkan Macam-macam
Tribunnews/JEPRIMA
Komandan Kogasma Pemenangan Pemilu Partai Demokrat (PD) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) didampingi para kader DPD Partai Demokrat saat memberikan pernyataan kepada awak media usai menggelar Rapat Konsolidasi Pemenangan Pemilu 2019 di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta Pusat, Sabtu (2/3/2019). Menurutnya tujuan rapat konsolidasi ini agar pimpinan partai bisa menyaring aspirasi dari seluruh kader di daerah.(Tribunnews/Jeprima) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Dewan Syuro PKS Hidayat Nur Wahid mengatakan bahwa pidato politik Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY) merupakan penegasan dukungan terhadap pasangan Prabowo-Sandi. Karena menurutnya Demokrat secara resmi telah memberikan dukungan kepada Prabowo-Sandi.

"Jadi kalau beliau (AHY) memberikan rekomendasi semacam itu itu kan penegasan tentang harapan beliau tentang terhadap pak Prabowo dan pak Sandi untuk kemudian bisa merealisasikan apa yang selama ini apa yang menjadi kesepakatan bersama," ujar Hidayat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, (4/3/2019).

Oleh karena itu menurut Hidayat, pidato AHY tersebut sebaiknya tidak ditafsirkan macam macam.

Sebelumnya banyak pihak menilai bahwa tidak disebutkannya nama Prabowo dalam Pidato Politik rekomendasi untuk Presiden terpilih,menandakan bahwa Demokrat bersikap netral di Pemilu Presiden 2019.

"Jangan ditafsirkan kemana-mana kasian ibunya lagi sakit dipelintir ditafsirkan yang diluar konteks yang beliau inginkan," katanya.

Baca: Tak Ada Persiapan Khusus Ma’ruf Amin Hadapi Debat Lawan Sandi

Menurut Hidayat, Demokrat sudah menjelaskan bahwa pidato tersebut bukan dimasudkan untuk mengalihkan dukungan atau tidak menjalankan komitmen koalisi. Pidato AHY tersebut jelas menurutnya mengkritik kondisi sekarang ini dimana demokrasi mengalami kemunduran.

"Tentu kalau itu suasana nya berarti beliau menguatkan posisi dari pada partai Demokrat sehingga benar-benar didukung. Pak SBY kan beliau menegaskan bahwa beliau datang ke pak Prabowo dan posisi pak Prabowo adalah Capres daripada Demokrat," pungkasnya.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas