Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pilpres 2019

Prabowo Buka Kampanye di Yogyakarta dengan Mengutip Pidato Bung Karno

Prabowo Subianto mengawali kampanye terbukanya di hadapan ribuan rakyat Yogyakarta dengan mengutip pidato Bung Karno

Prabowo Buka Kampanye di Yogyakarta dengan Mengutip Pidato Bung Karno
Tribunnews/JEPRIMA
Calon Presiden nomor urut 01 Prabowo Subianto saat memberikan orasi politik didepan masa pendukung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta Pusat, Minggu (7/4/2019). Pada orasi politik tersebut Prabowo mengajak pendukungnya untuk mencoblos dirinya.(Tribunnews/Jeprima) 

Laporan Wartawan Tribunnews, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto mengawali kampanye terbukanya di hadapan ribuan rakyat Yogyakarta dengan mengutip pidato Bung Karno di depan Pengadilan Belanda pada tahun 1930.

Menurut Prabowo seperti dikutip dalam siaran pers BPN Prabowo-Sandiaga, pidato Bung Karno itu mengingatkan bahwa sebuah perlawanan lahir bukan dari provokasi orang-orang intelektual, melainkan dari penderitaan rakyat yang dirasakan.

Baca: Kampanye Jokowi di Kupang, Terima Jaket Merah Putih hingga Alasan Bangun Tujuh Bendungan di NTT

"Saudara-saudara, saya ingin buka pidato saya dengan mengutip pidatonya Bung Karno di depan Pengadilan Belanda tahun 1930, dengarkan inilah kutipan pidatonya, 'Pergerakan pemberontakan dan lain sebagainya lahir bukan karena hasutan kaum intelektual, pergerakan lahir adalah alamiah karena penderitaan rakyat yang tak tertahankan'," ungkap Prabowo dihadapan ribuan masyarakat Yogyakarta saat mengawali pidato kampanyenya di Lapangan Kridosono, Yogyakarta, Senin (8/4/2019).

Prabowo menjelaskan saat ini kondisi negara sangat memprihatinkan.

Sebab, para penguasa dan elit di Jakarta sudah tidak lagi memikirkan rakyat.

Baca: KPK Umumkan Kepatuhan LHKPN Anggota Dewan

Sehingga, kehidupan bangsa Indonesia jauh dari cita-cita para pendiri bangsa yang berjuang untuk menciptakan keadilan dan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Saudara-saudara sekalian, saudara saudara hadir disini berdiri himpit-himpitan, saudara jalan kali dari tempat yang jauh, saudara ke sini karena saudara sudah mengerti dan paham bahwa negara kita dalam keadaan tidak benar. Emak-emak tahu bahwa negara ini sedang sakit dan terjadi ketidakadilan yang sangat parah di republik ini," paparnya.

Baca: Wajah Prabowo Berseri-seri Usai Satu Jam Bertemu Sri Sultan dan GKR Hemas di Bangsal Kepatihan

"Kondisi Republik saat ini tidak seperti yang di cita-citakan bung Karno, bung Hatta, KH ahmad Dahlan, KH Hashim Asy'ari. Bukan ini. Segelintir orang menguasai kekayaan ratusan juta rakyat Indonesia. Ibu pertiwi sedang di perkosa, elit di Jakarta seenaknya saja merusak bangsa ini," ungkap Prabowo

Capres yang berpasangan dengan Sandiaga Salahuddin Uno itu menjelaskan saat ini rakyat Indonesia sudah tidak bisa dibohongi lagi oleh penguasa yang memerintah negeri ini.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Adi Suhendi
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas