Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Pilpres 2019

Caleg Tertangkap Lakukan Politik Uang, TKN: Ini Terjadi Kejahatan Demokrasi

Erick Thohir menyangkan sejumlah pihak yang mencoba menggunakan money politik atau politik uang jelang pencoblosan 17 April 2019.

Caleg Tertangkap Lakukan Politik Uang, TKN: Ini Terjadi Kejahatan Demokrasi
Tribunnews.com/ Fransiskus Adhiyuda
Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Maruf Amin, Erick Thohir saat memberikan keterangan pers di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (16/4/2019) malam. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Erick Thohir menyangkan sejumlah pihak yang mencoba menggunakan money politik atau politik uang jelang pencoblosan 17 April 2019.

Erick Thohir menyebut, pihak-pihak yang mencoba menggunakan politik uang merupakan penjahat demokrasi.

"Ini terjadi kejahatan demokrasi yaitu money politik di mana-mana. Bukan fitnah, kita bisa sampaikan fakta dan data," kata Erick Thohir saat memberikan keterangan pers di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (16/4/2019) malam.

Baca: Fadli Zon Luncurkan Buku “Kata Fadli: Catatan-Catatan Kritis dari Senayan”

Diketahui, Polres Nias bersama Bawaslu Kota Gunungsitoli melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap calon legislatif (caleg) DPRD Sumatera Utara (Sumut) berinisial DG. DG merupakan caleg partai Gerindra.

Selain itu, Muhammad Ali Akbar, calon anggota legislatif (caleg) DPRD Kabupaten Lombok Timur Dapil I dari Partai Keadilan Sejahtera ( PKS) terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh masyarakat dan Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) karena melakukanmoney politics dengan bagi bagi uang Rp 25.000, Senin (15/4/2019).

Baca: Pemilih yang Sudah Tercatat di C7 Tetap Dilayani Meskipun Waktu Sudah Menunjukan Pukul 13.00

Maka dari itu, Erick mengapresiasi Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) serta TNI-POLRI yang berkerja keras untuk mengamankan Pemilu dari praktek-praktek politik uang.

"Penting sekali, dalam pemilihan ini kita menjadi contoh banyak negara di dunia, kita merupakan negara demokrasi kalau tidak salah kedua yang punya pemilu secara langsung setelah India," ungkap Erick.

"Ini membuktikan kita bangsa besar jangan sampai dinodai hal yang tidak seyogyanya," ucap Erick.

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas