Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pilpres 2019

Jokowi Kalah di Jabar Versi QC, Dedi Mulyadi : Persepsi Warga Jabar Tak Berubah Sejak 2014

"Persepsi warga Jabar tidak mengalami perubahan dari tahun 2014," kata Dedi Mulyadi

Jokowi Kalah di Jabar Versi QC, Dedi Mulyadi : Persepsi Warga Jabar Tak Berubah Sejak 2014
Tribun Jabar/Haryanto
Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika bersama suami, Dedi Mulyadi melakukan pemungutan suara di TPS 7, Sawah Kulon, Pesawahan, Purwakarta, Rabu (17/4/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi - Maruf Amin Provinsi Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengungkapkan alasan mengapa pasangan calon nomor urut 1 itu kalah di Jawa Barat versi quick count (QC).

Dedi Mulyadi mengatakan, mayoritas warga Jawa Barat telah terbentuk persepsinya sejak tahun 2014.

Baca: Peran Silent Majority Dalam Kemenangan Jokowi

"Persepsi warga Jabar tidak mengalami perubahan dari tahun 2014. Ikhtiar politik sudah maksimal, dari mulai pembentukan opini, door to door ke masyarakat. Saya pun ikut terjun kampanye ke masyarakat. Faktor persepsi pikiran orang Jawa Barat nyaris tidak ada perubahan dengan 2014 dan hari ini," ucap Dedi di Bandung, Kamis (18/4/2019).

Diketahui, Jokowi yang saat itu berpasangan dengan Jusuf Kalla juga mengalami kekalahan pada Pilpres tahun 2014 silam.

Diketahui juga, Pasangan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno meraup hampir 60 persen berdasarkan hasil hitung cepat. Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jabar Dedi Mulyadi mengaku sudah berupaya maksimal untuk meningkatkan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf.

Namun, hal itu tak mampu mengubah persepsi warga Jabar.

Salah satu faktor kalahnya Jokowi - Maruf Amin di Jabar, kata Dedi Mulyadi, turut dipengaruhi gencarnya berita hoaks yang menyerang sisi personal Jokowi.

Dari analisis internal, kata Dedi, serangan itu sangat berdampak terhadap elektabilitas Jokowi.

Apalagi, mayoritas warga Jabar sudah paham dalam penggunaan sosial media.

"Jokowi benar bahwa 7 juta warga Jabar termakan isu hoaks yang menimpa dirinya itu terbukti. Rumor dan gosip di medsos mendominasi pikiran warga Jabar yang kita ketahui akses informasinya tinggi. Diserangnya sentimen agama. Ini sudah sampai ke ujung kampung," tuturnya.

"Dari sisi hitungan politik atau program, kita tak ngomongin infrastruktur. PKH (Program Keluarga Harapan) saja yang sudah disalurkan ke 1,7 juta penerima manfaat. Tapi efek politik tidak cukup tinggi," kata Dedi.

Baca: BPN Prabowo-Sandi Laporkan Enam Lembaga Survei Kepada KPU

Disinggung mengenai survei internal terkait raihan suara Jokowi di Jabar, ia mengungkapkan hasilnya tidak berbeda jauh dengan hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei yang sudah dirilis di media massa.

"90 persen lembaga survei kita sudah layak dipercaya. Saat saya dinyatakan kalah di Pilgub Jabar berdasarkan quick count, saya langsung mengucapkan selamat kepada Ridwan Kamil. Jadi untuk hasil nasional ya kan kita bisa lihat hitung cepat Pak Jokowi secara nasional menang," katanya.

Penulis : Kontributor Bandung, Dendi Ramdhani

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul : Jokowi-Ma'ruf Kalah Telak di Jabar, Ini Kata Dedi Mulyadi

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Sumber: Kompas.com
  Loading comments...

Berita Terkait :#Pilpres 2019

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas