Menanti Pertemuan Jokowi dengan Prabowo
Sejak Pilpres 2019 usai, pertemuan antara Joko Widodo atau Jokowi dengan Prabowo Subianto terus digelorakan. Akankan itu terjadi?
Editor:
Imanuel Nicolas Manafe
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pemilihan Presiden 2019 telah usai.
Penyelenggara Pemilihan Umum pun telah menyampaikan hasil rekapitulasi suara.
Baca: Tips dari Politikus PAN Agar Rekonsiliasi Prabowo dan Jokowi Terwujud
Sejak masa kampanye hingga pemungutan suara digelar, bahkan sesaat setelah diumumkan hasilnya, tensi politik terus memanas.
Berita bohong atau hoaks bertebaran hingga aksi unjuk rasa menolak hasil rekapitulasi suara KPU berujung kerusuhan.
Bentrok antara massa dengan aparat hingga penjarahan pun terjadi.
Baca: Penelusuran Sosok AF, Isteri Pensiunan TNI yang Dituduh Pasok Senjata untuk Aksi 22 Mei
Melihat situasi yang memanas tersebut, sejumlah tokoh pun menggelorakan upaya rekonsiliasi antara kedua calon presiden yang tak lain Joko Widodo atau Jokowi dengan Prabowo Subianto.
Diharapkan pertemuan keduanya mampu menurunkan tensi politik yang terus memanas tersebut.
Pertemuan Keduanya Tunggu Momentum
Pertemuan antara Jokowi dengan Prabowo Subianto bakal terjadi dalam waktu yang tidak lama lagi.
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyebut pertemuan keduanya hanya tinggal menunggu momentum yang tepat.
Baca: Moeldoko : Tahu Enggak? Pegawai BUMN yang Coblos Prabowo-Sandiaga 78 Persen
"Nunggu momennya saja. Upaya ke arah sana sudah semakin baik," kata Moeldoko, Rabu (29/5/2019) di Komplek Istana Kepresidenan Jakarta.
Sayangnya Moeldoko tidak menyebut kaapan pertemuan kedua tokoh itu bakal digelar. Dia hanya membocorkan pertemuan terjadi dalam waktu dekat ini.
Baca: Namanya Kembali Diusulkan Jadi Menteri, Ini Komentar Agus Gumiwang
Bahkan Moeldoko berharap pertemuan untuk rekonsiliasi itu bisa dilakukan dalam pekan ini juga.
"Tidak lama lagi, mudah-mudahan," tambah mantan Panglima TNI tersebut.
Desakan dari Para Tokoh Nasional
Sejumlah tokoh nasional pun terus menggelorakan pertemuan keduanya dapat berlangsung.
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir mengatakan, sejak awal saat ormas-ormas Islam bertemu dengan Jusuf Kalla, telah menyampaikan imbauan agar Jokowi dan Prabowo Subianto bertemu.
Baca: Presiden Jokowi Terima Juara MTQ Internasional di Istana Negara
Haedar Nasir mengatakan, pihaknya juga menangkap isyarat berbagai pernyataan kedua tokoh untuk melakukan silaturahim.
Baik Jokowi maupun Prabowo telah sama-sama menyampaikan pernyataan yang positif, mengajak masyarakat untuk mengakhiri situasi ini dengan tetap berpegang pada konstitusi.
Keduanya juga meminta publik menjunjung tinggi kedamaian dan tak menggunakan kekerasan.
"Ini semua menunjukkan, kedua tokoh bangsa ini akan menjalin silaturahim. Mungkin soal waktu saja," ujar Haedar di Gedung PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (23/5/2019).
Mahfud MD yang merupakan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi mengaku sepakat bila kedua Capres Jokowi dan Prabowo Subianto untuk menggelar pertemuan.
Adapun tujuan Jokowi ingin bertemu Prabowo Subianto tak lain adalah untuk mendinginkan suasana pasca Pemilu 2019 yang dianggap kembali menghangat.
Mahfud MD mengatakan, dengan pertemuan Jokowi dan Prabowo Subianto, pendukung Jokowi - Maruf Amin dan Prabowo-Sandi akan kembali tenang.
Pasalnya, satu hari pasca Pemilu 2019 suasana di kalangan antar pendukung dianggap kembali memanas
Mahfud MD sepakat dengan tujuan Jokowi ingin bertemu dengan Prabowo Subianto.
"Kunci utama persoalan ada di Prabowo dan Jokowi, dengan pertemuan itu saya kira persoalan di bawah akan selesai," kata Mahfud MD dikutip dari Kompas TV.
Menurut Mahfud MD pertemuan Jokowi dan Prabowo Subianto tidak berarti mengorbankan prinsip dan hasil perhitungan suara Pemilu 2019.
"Saling berangkulan itu bukan mengorbankan prinsip, bukan mengorbankan hasil Pemiu mereka harus saling berangkulan langsung menenangkan pengikutnya sampai menunggu hasi pemilu yang resmi," kata Mahfud MD.
Dorongan agar keduanya bertemu juga dilontarkan dari kubu Prabowo-Sandiaga.
Elite Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendukung terealisasinya pertemuan antara Joko Widodo (Jokowi) dengan Prabowo Subianto.
Menurut Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera, pertemuan Jokowi dengan Prabowo akan berdampak positif bagi masing-masing pendukung.
"Pertemuan antar elit bagus untuk menunjukkan bahwa ada kompetisi tapi tetap ada semangat persahabatan," ujar Wakil Ketua Komisi II DPR RI ini kepada Tribunnews.com, Rabu (22/5/2019).
Sementara itu, Politikus Demokrat Andi Arief meminta Jokowi dan Prabowo Subianto segera mempercepat pertemuan mereka.
Permintaan tersebut menyusul kericuhan yang terjadi di beberapa lokasi di ibu kota serta jatuhnya korban saat aksi demo 22 Mei 2019 di Jakarta.
Baca: Pemerintah Pusat Dapat WTP, Jokowi: Kita Bersyukur Ini 3 Tahun Berturut-turut
Demonstrasi tersebut merupakan buntut dari penolakan terhadap hasil Pemilu 2019.
Agar korban jiwa tidak bertambah, Andi Arief merasa sudah saatnya kedua tokoh bertemu, meredakan suasana.
Jokowi : Saya Sudah Berinisiatif
Dikonfirmasi hal itu, Jokowi yang juga calon presiden petahana itu mengaku sudah pernah berinisiatif untuk bertemu Prabowo, namun memang hingga kini belum terlaksana.
"Sudah saya sampaikan, saya sudah berinisiatif sejak awal setelah coblosan. Sudah mengutus, tapi memang keliatannya belum ketemu," tutur Jokowi, Rabu (22/5/2019) di Istana Merdeka, Jakarta.
Sebelumnya Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla buka suara terkait aksi demo 22 Mei 2019 di Jakarta yang berujung rusuh.
Jusuf Kalla menegaskan sebesar-besarnya aksi demo, tetap tidak bisa merubah hasil Pemilu 2019.
Dia melanjutkan yang bisa merubah hasil pemilu adalah laporan yang terbukti di MK. (Tribunnews.com/Srihandriatmo Malau/Theresia Felisiani/Bangka Pos/KompasTV)