Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pilpres 2019

Pengamat: Tudingan BW Sangat Emosional dan Sarat Tendensi Kepentingan Sebagai Kuasa Hukum 02

Terlalu prematur dan emosional kesimpulan Kuasa Hukum Tim Prabowo-Sandiaga, Bambang Widjojanto menyebut Pemilu 2019 sebagai Pemilu terburuk

Pengamat: Tudingan BW Sangat Emosional dan Sarat Tendensi Kepentingan Sebagai Kuasa Hukum 02
Tribunnews.com/Tribunnews.com/Andri Malau
Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Sebastian Salang. (Tribunnews.com/Andri Malau) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Terlalu prematur dan emosional kesimpulan Kuasa Hukum Tim Prabowo-Sandiaga, Bambang Widjojanto menyebut Pemilu 2019 sebagai Pemilu terburuk sepanjang Indonesia berdiri.

Hal tersebut disampaikan Pendiri lembaga Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Sebastian Salang, kepada Tribunnews.com, Rabu (29/5/2019).

"BW sangat emosinal dan sarat dengan tendensi kepentingan pribadi terkait terkait posisinya sebagai kuasa hukum Paslon 02," ujar Sebastian Salang.

Baca: AZ Tersangka Calon Pembunuh 4 Tokoh Nasional, Tetangga Pun Tak Heran Ia Terlibat di Aksi 22 Mei

Menurut Sebastian Salang, Pemilu 2019 berjalan Luber Jurdil (langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil).

Bukan itu saja, pemilu 2019 bisa disaksikan secara langsung, tidak saja masyarakat Indonesia bahkan masyarakat dunia.

Media dari seluruh dunia juga bisa mengakses ke semua sudut negeri ini untuk memberitakan berlangsung pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

Saksi setiap partai, bahkan setiap calon juga ada di setiap TPS.

Baca: Harapan MUI Ketika Maruf Amin Menjabat Wakil Presiden

"Bahkan penyelenggara pemilu membuka semua akses ke publik, mulai dari TPS, Desa/Kelurahan sampai fasilitas Situng yang dapat diplototi setiap saat," kata Sebastian Salang.

Soal ada kesalahan dan atau kecurangan mungkin saja terjadi karena dia tegaskan, mustahil perhelatan politik di negara sebesar Indonesia sempurna, tanpa cacat sama sekali.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Adi Suhendi
  Loading comments...

Berita Terkait :#Pilpres 2019

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas